Jokowi Korbankan Popularitasnya demi Perppu Ormas
Senin, 17 Juli 2017 - 14:27 WIB
Jokowi Korbankan Popularitasnya demi Perppu Ormas
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak takut kehilangan popularitasnya demi kebijakan mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 2 tahun 2017 tentang Ormas. Kebijakan tersebut dinilai tidak popular karena mendapat kritikan dari masyarakat.
Anggota Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Syafii Maarif‎ mengatakan, banyak orang yang beranggapan keluarnya Perppu tersebut sebagai bentuk permusuhan terhadap umat Islam. Namun, dia tidak sependapat dengan anggapan itu.
"Presiden (mengatakan-red) saya tidak perlu popularitas," ujar Syafii menirukan perkataan Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/7/2017). (Baca: GNPFMUI Sebut Perppu Ormas Bentuk Arogansi Pemerintah)
Bahkan dia sangat mendukung keluarnya Perppu tersebut. Meskipun, kata dia sebagian kalangan menolak karena Perppu tersebut mengabaikan mekanisme pengadilan. (Baca: Perppu Ormas Dinilai Jadi Ancaman Semua Ormas)
"Ini semua digoreng ini isu ini untuk 2019," ucapnya.
Anggota Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Syafii Maarif‎ mengatakan, banyak orang yang beranggapan keluarnya Perppu tersebut sebagai bentuk permusuhan terhadap umat Islam. Namun, dia tidak sependapat dengan anggapan itu.
"Presiden (mengatakan-red) saya tidak perlu popularitas," ujar Syafii menirukan perkataan Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/7/2017). (Baca: GNPFMUI Sebut Perppu Ormas Bentuk Arogansi Pemerintah)
Bahkan dia sangat mendukung keluarnya Perppu tersebut. Meskipun, kata dia sebagian kalangan menolak karena Perppu tersebut mengabaikan mekanisme pengadilan. (Baca: Perppu Ormas Dinilai Jadi Ancaman Semua Ormas)
"Ini semua digoreng ini isu ini untuk 2019," ucapnya.
(kur)