Pengawas Eksternal terhadap MK Kebutuhan Mendesak

Minggu, 29 Januari 2017 - 12:36 WIB
Pengawas Eksternal terhadap...
Pengawas Eksternal terhadap MK Kebutuhan Mendesak
A A A
JAKARTA - Pengawasan terhadap Mahkamah Konstitusi (MK) oleh lembaga eksternal dinilai sebagai hal mendesak saat ini. Hal itu dinilai perlu ‎sebagai upaya darurat untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap MK, pasca penetapan tersangka Hakim Konstitusi Patrialis Akbar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Terlebih, kasus yang menyeret hakim konstitusi itu bukan yang pertama kali. Sebelumnya, mantan Ketua MK Akil Mochtar sudah lebih dahulu mendekam di penjara atas kasus suap perkara di lembaga peradilan konstitusi itu.

Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Arteria Dahlan mengaku, menarik pernyataannya dua tahun yang lalu menolak untuk dilakukan pengawasan eksternal terhadap MK.

"Saat ini saya berpendapat wajib hukumnya, sebagai affirmative action bisa dilakukan oleh Komisi Yudisial dan badan adhoc yang berada di luar MK, langkah ini harus diambil sebagai upaya darurat untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap MK," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Minggu (29/1/2017).

Di samping itu, dia meminta pemerintah segera mengusulkan revisi Undang-undang (UU)Tentang MK untuk segera dibahas bersama DPR. Revisi ‎UU MK itu, terutama mengenai rekrutmen hakim konstitusi bukan hanya menghindari potensi kasus Patrialis dan Akil terulang kembali.

"Akan tetapi telah menjadi bukti yang sempurna bahwa walaupun kita kesankan 9 orang hakim ini negarawan, akan tetapi ternyata nafsu keduniawiannya dan hasrat setan lainnya masih melekat dan kental sekali oleh karena itu wajib diawasi. Tinggal kita bicara instrumen dan bentuk konkritnya seperti apa," papar mantan pengacara yang sering berperkara di MK ini.
(kri)
Berita Terkait
Tanpa Proses Kocok Ulang,...
Tanpa Proses Kocok Ulang, Saldi Isra Kembali Jabat Hakim MK
Bukan Utusan Lembaga
Bukan Utusan Lembaga
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Kembali Diuji
Suara Anwar Usman dan...
Suara Anwar Usman dan Arief Hidayat Imbang, Pemilihan Ketua MK Voting Ulang
MK Tolak Gugatan Syarat...
MK Tolak Gugatan Syarat Usia Minimal Hakim Konstitusi 55 Tahun
Pakar Hukum Tata Negara...
Pakar Hukum Tata Negara Kirim Surat ke MK, 9 Hakim Diminta Mundur
Berita Terkini
DPR: Kasus Chromebook...
DPR: Kasus Chromebook Adalah The New White Collar Crime Terbaik Tanpa Kriminalisasi
5 Peserta Meninggal...
5 Peserta Meninggal Dunia, Kemhan Evaluasi Latsarmil Calon Manajer Kopdes Merah Putih
Peserta SPPI Meninggal...
Peserta SPPI Meninggal Akibat TBC, Tim Seleksi Ungkap Pemeriksaan Awal hanya Terdeteksi Infeksi Paru
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
Polisi Sita Ratusan...
Polisi Sita Ratusan Perangkat Elektronik di Markas Judi Online Hayam Wuruk, Ini Daftarnya
5 Peserta SPPI Meninggal...
5 Peserta SPPI Meninggal saat Latsarmil, Ini Kronologi Tiap Kasus
Infografis
HGU 100 Tahun Dipermasalahkan,...
HGU 100 Tahun Dipermasalahkan, UU IKN Digugat Warga Dayak ke MK
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved