Pemerintahan Jokowi Dinilai Gagal Menyejahterakan Masyarakat

Sabtu, 31 Desember 2016 - 09:18 WIB
Pemerintahan Jokowi...
Pemerintahan Jokowi Dinilai Gagal Menyejahterakan Masyarakat
A A A
Dalam hitungan jam masyarakat Indonesia akan merayakan pergantian tahun, yang berarti tahun 2016 segera berakhir. Pergantian tahun menjadi momen penting bagi sejumlah elemen masyarakat untuk memberikan penilaian terhadap pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) selama setahun.

Direktur Eksekutif Voxpol Center, ‎Pangi Syarwi Chaniago memberikan penilaian terhadap pemerintahan Jokowi selama setahun ini. Menurutnya, terdapat plus minus yang bisa dilihat masyarakat sebagai bahan evaluasi pemerintahan yang terpilih secara demokratis tersebut.

Pangi menuturkan, Jokowi ‎berhasil mengalihkan subsidi BBM untuk pembangunan infrastruktur, yang mana hal ini tidak dilakukan pemerintahan sebelumnya. Kebijakan ini dianggap terobosan yang berani dari Jokowi.

Kemudian ‎Jokowi berhasil menjaga stabilitas politik dan keamanan dalam negeri. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga dianggap berhasil mencegah terjadinya aksi terorisme di dalam negeri, meski tak seluruhnya berhasil.

”Presiden Jokowi berhasil membangun pemerintahan yang kuat dan didukung banyak partai yang bergabung ke koalisi pemerintah‎,” kata Pangi saat dihubungi SINDOnews, Sabtu (31/12/2016).

Meski demikian pemerintahan Jokowi masih dianggap gagal dalam memberikan kesejahteraan kepada masyarakat.‎ Janji Jokowi mengurangi utang Indonesia belum berbuah manis.

Janji Jokowi mengurangi pengangguran dengan membuka lapangan kerja belum terwujud‎. Alih-alih ingin membuka peluang lapangan kerja, pemerintahan Jokowi justru diguncang isu mengenai serbuan tenaga kerja asing asal China yang ramai di penghujung tahun.

Ia menambahkan, meski sejumlah survei merilis tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Jokowi naik, namun hal itu berbanding terbalik dengan realitas di lapangan.

”Tingkat kepuasaan survei harus dibaca dan dicermati oleh presiden dengan melihat fakta dan realitas di lapangan. Rakyat tidak cukup bisa dibahagiakan dengan angka-angka‎,” ujarnya.
(poe)
Berita Terkait
Dongkrak Kinerja Kabinet!
Dongkrak Kinerja Kabinet!
Perbaiki Kinerja Kabinet,...
Perbaiki Kinerja Kabinet, Relawan Jokowi Dorong Reshuffle
Perombakan Kabinet Dinilai...
Perombakan Kabinet Dinilai Masih Menunjukkan Politik Transaksional
Reshuffle Kabinet Diyakini...
Reshuffle Kabinet Diyakini Mampu Genjot Kinerja
Pengamat Sebut Sudah...
Pengamat Sebut Sudah Enggak Zaman Menteri Diceramahi Pakai Marah-marah
Tak Ada Reshuffle, Kemarahan...
Tak Ada Reshuffle, Kemarahan Jokowi ke Menteri Bisa Dinilai Kamuflase
Berita Terkini
Febrie Adriansyah Ditahan,...
Febrie Adriansyah Ditahan, Eks Penyidik KPK: Kejagung Tunjukkan Keseriusan
Anis Matta soal Politik...
Anis Matta soal Politik Luar Negeri Bebas Aktif: Jangan Datang kepada Orang Hanya Waktu Kita Punya Masalah
Mohon Perlindungan Presiden,...
Mohon Perlindungan Presiden, Asosiasi Petani Tembakau Tolak Rancangan Pembatasan Kadar Nikotin
Ketua MUI Harap KUII...
Ketua MUI Harap KUII VIII Keluarkan Rekomendasi Tegas Penolakan Praktik LGBT
Pakar: Penggeledahan...
Pakar: Penggeledahan dalam Kasus Febrie Dapat Dibenarkan Asal Sesuai Prosedur
Kenapa Febrie Adriansyah...
Kenapa Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK? Kejagung Ungkap Alasannya
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved