Perombakan Kabinet Dinilai Masih Menunjukkan Politik Transaksional
Rabu, 23 Desember 2020 - 17:10 WIB
loading...
Perjalanan periode kedua Presiden Jokowi langsung menghadapi tantangan berat, yakni pandemi virus Corona. Publik menilai, beberapa menteri tidak perform. Foto/Setpres
A
A
A
JAKARTA - Perjalanan periode kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung menghadapi tantangan berat, yakni pandemi virus Corona (Covid-19). Publik menilai, beberapa menteri di kabinet tidak perform.
(Baca juga: Reshuffle Kabinet Pas dan Terukur, Terbersit Harapan untuk Perubahan)
Hantaman besar datang kala dua menteri: Edhy Prabowo (Kelautan dan Perikanan) dan Juliari P Batubara (Menteri Sosial) ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
(Baca juga: Reshuffle Kabinet Masih di Bawah Bayang-Bayang Megawati dan Prabowo)
Kritikan yang sepanjang sembilan bulan lebih banyak pada sektor kesehatan dan ekonomi yang terpuruk, merembet ke kredibilitas kabinet yang dianggap korup.
(Baca juga: Reshuffle Kabinet Jokowi Dianggap Melengkapi Rekonsiliasi Cebong-Kampret)
Pada Selasa (22/12/2020), Presiden Jokowi-Ma’ruf Amin merombak kabinet. Pengamat politik Anang Sujoko memprediksi menteri-menteri baru dapat menjawab tantangan kerja yang berat.
(Baca juga: Reshuffle Kabinet Pas dan Terukur, Terbersit Harapan untuk Perubahan)
Hantaman besar datang kala dua menteri: Edhy Prabowo (Kelautan dan Perikanan) dan Juliari P Batubara (Menteri Sosial) ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
(Baca juga: Reshuffle Kabinet Masih di Bawah Bayang-Bayang Megawati dan Prabowo)
Kritikan yang sepanjang sembilan bulan lebih banyak pada sektor kesehatan dan ekonomi yang terpuruk, merembet ke kredibilitas kabinet yang dianggap korup.
(Baca juga: Reshuffle Kabinet Jokowi Dianggap Melengkapi Rekonsiliasi Cebong-Kampret)
Pada Selasa (22/12/2020), Presiden Jokowi-Ma’ruf Amin merombak kabinet. Pengamat politik Anang Sujoko memprediksi menteri-menteri baru dapat menjawab tantangan kerja yang berat.