Pengamat Sebut Sudah Enggak Zaman Menteri Diceramahi Pakai Marah-marah

Selasa, 30 Juni 2020 - 10:23 WIB
loading...
Pengamat Sebut Sudah...
Kemarahan Presiden Jokowi kepada para pembantunya dalam rapat kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, 18 Juni 2020 terus mendapatkan kritikan. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kemarahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada para pembantunya dalam rapat kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, 18 Juni 2020 terus mendapatkan kritikan.

Menurut Analis Politik Sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, yang dipertontonkan Presiden Jokowi itu seperti pengakuan kegagalannya memimpin. "Yang dipertontonkan di ruang publik ibarat menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri. Ini adalah dagelan politik yang sedikit agak memalukan, pada saat yang sama sebetulnya Presiden mengonfirmasi atau membuat pengakuan atas kegagalannya dalam memerintah atau memimpin lewat kinerja menterinya yang inkompeten," ujar Pangi kepada SINDOnews, Selasa (30/6/2020).

Di sisi lain, kata dia, kemarahan pejabat di ruang publik seringkali dijadikan sebagai alat politik. "Ini adalah kesempatan bagi Jokowi untuk terus memposisikan dirinya terlihat cuci tangan bersih, sementara pihak yang paling layak disalahkan atas ketidakmampuannya dalam menjalankan roda pemerintahan adalah para menteri yang tidak becus bekerja, bukan dirinya sebagai Presiden," ujarnya. (Baca juga: Analis Politik ke Jokowi: Tak Cukup Menegur, jika Perlu Reshuffle Menteri)

Menurut Pangi, langkah tersebut bagian dari strategi menggeser perhatian publik, yang tadinya kinerja pemerintah yang buruk tertuju atau fokus pada kelemahan strong leadership seorang Presiden. "Setelah pidato Presiden dengan judul lagu lama jengkel tersebut, kini kelemahan serta kegagalan pemerintahan mulai bergeser ke pembantu Presiden, akibat ulah menterinya yang amburadul. Harapannya desain tekanan publik dari awalnya mempersalahkan Presiden bergeser menyalahkan menteri," imbuhnya.

Menurut Pangi, hal tersebut merupakan bagian dari lagu lama, kaset usang, sebagai Presiden dengan kinerja buruk dan berupaya menempatkan diri sebagai pahlawan yang memperjuangkan demi kepentingan 267 juta rakyat Indonesia, dengan memarahi dan membentak-bentak menterinya di panggung depan. "Terkait kelemahan pemerintah Presiden Jokowi, item key performance indikator kegagalan Jokowi di tengah pandemi yaitu masalah Bansos, masalah ketenagakerjaan, masalah sosial masyarakat (issue Pancasila vs PKI), dan masalah pengendalian penularan Covid19," katanya. (Baca juga; Ketegasan Jokowi Dibutuhkan untuk Reshuffle Tanpa Gangguan Parpol)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Jerman vs Curacao: Sang...
Jerman vs Curacao: Sang Debutan Jadi Ujian Perdana Die Mannschaft
Daftar Wakil Indonesia...
Daftar Wakil Indonesia yang Lolos ke BWF World Championships 2026
Berita Terkini
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Infografis
Menteri Yandri Terbukti...
Menteri Yandri Terbukti Bantu Kemenangan Istri, Pilkada Serang Diulang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved