Kapolri Tegaskan Tak Ada Nama Pejabat Polri Terima Aliran Dana Freddy

Kamis, 01 September 2016 - 12:05 WIB
Kapolri Tegaskan Tak...
Kapolri Tegaskan Tak Ada Nama Pejabat Polri Terima Aliran Dana Freddy
A A A
JAKARTA - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menegaskan tiga buah rekaman CCTV percakapan antara Freddy Budiman dengan Koordinator Kontras Haris Azhar tidak menyebutkan ada anggota Polri yang menerima uang dari Freddy.

"Tolong ditekankan, dalam kaitan aliran dana tidak ada (nama). Karena yang saya lihat tidak ada nama-nama Polisi yang disebutkan terkait aliran dana," tegas Tito di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (1/9/2016).

Tito menjelaskan, meski tidak ada anggota Polri yang terlibat karena menerima uang dari Freddy, tapi ada nama-nama anggota Polri yang dianggap mengetahui kegiatan.

"Tahunya tahu apa? Tapi tidak bisa saya sebutkan nama-nama itu, supaya tim independen bisa melakukan investigasi," jelasnya.

Jika nama-nama anggota Polri tersebut disebutkan, Tito mengkhawatirkan akan timbul tuduhan. Sementara, lanjutnya, tim investigasi masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut.

"Kalau buka ke publik media terlanjur menuduh sesuatu sedangkan tim independen terlambat di belakang. Biarkan tim investigasi ini mengambil langkah yang lebih cepat dari media," tutur Tito.

Perlu diketahui, TPFG bentukan Polri dibuat untuk membongkar kebenaran dari testimoni Freddy Budiman dalam judul "Cerita Busuk Dari Seorang Bandit". Dalam testimoni tersebut, kabarnya Freddy Budiman membeberkan sejumlah nama-nama pejabat Polri yang menerima dana sebesar Rp90 miliar dari Freddy untuk memperlancar bisnis haramnya di balik jeruji penjara.
(kri)
Berita Terkait
Saatnya Hukuman Mati...
Saatnya Hukuman Mati bagi Koruptor
Negara yang Menerapkan...
Negara yang Menerapkan Hukuman Mati bagi Koruptor
Hukuman Mati Koruptor...
Hukuman Mati Koruptor Dinilai Tak Beri Efek Jera, Komnas HAM: Ubah Sistemnya
Tanggapi Hukuman Mati...
Tanggapi Hukuman Mati Koruptor, Mahfud: Tegakkanlah dengan Kekuasaanmu
Respons Hukuman Mati...
Respons Hukuman Mati Koruptor, Pakar Hukum Henry: Harus Dibarengi Perbaikan Sistem
Sangarnya Korupsi Miliader...
Sangarnya Korupsi Miliader Truong My Lan, dari Tilap Rp448 Triliun hingga Pencucian Uang Rp293,9 Triliun
Berita Terkini
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Tepis Ada Pembagian...
Tepis Ada Pembagian Keuntungan Program MBG ke Presiden, Kepala BGN: Hoaks
Infografis
PM Israel Netanyahu...
PM Israel Netanyahu Tak Terima Dicap Penjahat Perang Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved