Nazaruddin Didakwa Lakukan Pencucian Uang Hingga Ratusan Miliar

Kamis, 10 Desember 2015 - 19:37 WIB
Nazaruddin Didakwa Lakukan...
Nazaruddin Didakwa Lakukan Pencucian Uang Hingga Ratusan Miliar
A A A
JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin telah melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) hingga mencapai ratusan miliar rupiah.

Uang itu diduga dari hasil kejahatan tindak pidana korupsi dalam kapasitasnya sebagai pegawai negeri sipil dalam hal ini selaku jabatannya sebagai anggota DPR periode 2009-2014.

Jaksa menilai, perbuatan Nazaruddin patut diduga sebagai orang yang melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri. Sehingga merupakan beberapa kejahatan, berupa perbuatan yang menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, mengubah bentuk, menukarkan dengan mata uang atau surat berharga atau perbuatan lain atas harta kekayaan.

"Yaitu menempatkan atau mentransfer uang menggunakan rekening perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Permai Group dan rekening atas nama orang lain," ucap Jaksa Kresno Anto Wibobo saat membacakan dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (10/12/2015).

Dalam hal ini, terdakwa dinilai mengetahui atau patut menduga harta kekayaannya berupa uang yang ditempatkan atau ditransfer menggunakan rekening perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Permai Group dan rekening atas nama orang lain dengan saldo akhir seluruhnya sebesar Rp70.018.601,346,55 dan 1.043 dolar Singapura.

Dimana dialihkan kepemilikannya berupa saham perusahaan di bawah kendali Permai Group yaitu PT Exartech Technologi Utama dan PT Panahatan seluruhnya senilai Rp50.425.000.000,00, dialihkan kepemilikannya berupa tanah bangunan seluruhnya senilai 18.447.075.000,00, dibayarkan untuk pembelian tanah dan bangunan seluruhnya sebesar Rp111.117.260.000,00, dibelanjakan atau dibayarkan untuk pembelian kendaraan bermotor seluruhnya.

Sebesar Rp1.007.243.500,00, dibelanjakan atau dibayarkan untuk polis asuransi seluruhnya sebesar Rp2.092.491.900,00 dan dibelanjakan atau dibayarkan untuk saham dan obligasi sukuk pada perusahaan sekuritas di KSEI menggunakan perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Permai Group ataupun nama orang lain seluruhnya sebesar Rp374.747.514.707,00.

Pengalihan uang atau dari hasil tindak pidana pencucian uang tersebut dianggap sebagai bentuk tindak pidana korupsi berkaitan dengan jabatan terdakwa selaku anggota DPR RI periode 2009-2014 yang dinilai didapatkan tidak sebagaimana mestinya.

Jaksa menyebut, penghasilan resmi terdakwa selaku anggota DPR RI tidak sebanding dengan harta kekayaan yang dimiliki terdakwa. "Sehingga asal usul perolehannya tidak dapat dipertanggungjawabkan secara sah oleh terdakwa karena menyimpang dari profil penghasilan terdakwa selaku anggota DPR RI," papar Jaksa Kresno.

Atas perbuatannya, Nazaruddin diancam dan diatur melanggar pidana dalam Pasal 3 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 Ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

PILIHAN:
Menteri ESDM Laporkan Gratifikasi Berlian Senilai Rp4 M ke KPK

Kuasa Hukum Novanto Pertanyakan Sikap Kejagung Soal Rekaman Asli
(kri)
Berita Terkait
Kejagung Pamerkan Uang...
Kejagung Pamerkan Uang Sitaan Rp479 Miliar terkait Kasus TPPU Duta Palma
KPK Sita Rp57 Miliar...
KPK Sita Rp57 Miliar Aset Eks Pejabat Pajak yang Diduga Hasil Cuci Uang
PPATK Beberkan Dugaan...
PPATK Beberkan Dugaan Pencucian Uang di Indonesia, Ini Rincian Nilainya
TPPU Dinilai Bisa Jadi...
TPPU Dinilai Bisa Jadi Pintu Masuk Bongkar Kasus Eks Jampidsus
Kasus Dugaan Korupsi...
Kasus Dugaan Korupsi Sritex Diusut Kejagung, Muhammadiyah: Penting Gunakan UU TPPU
Kasus TPPU Indosurya...
Kasus TPPU Indosurya Naik ke Penyidikan, Bareskrim Belum Tetapkan Tersangka
Berita Terkini
Kabar Duka, Juru Bicara...
Kabar Duka, Juru Bicara IKN Troy Harold Yohanes Pantouw Meninggal Dunia
Pengamat Hubungan Internasional:...
Pengamat Hubungan Internasional: Indonesia Perlu Cermati Dinamika Jelang Pilpres AS 2028
Hukum dan Ekonomi: Penopang...
Hukum dan Ekonomi: Penopang Keberhasilan Piala Dunia 2026
Pakar: Penetapan Tersangka...
Pakar: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Bukti Profesionalisme Kejagung
Febrie Adriansyah Ditahan,...
Febrie Adriansyah Ditahan, Eks Penyidik KPK: Kejagung Tunjukkan Keseriusan
Anis Matta soal Politik...
Anis Matta soal Politik Luar Negeri Bebas Aktif: Jangan Datang kepada Orang Hanya Waktu Kita Punya Masalah
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved