Invisible Hand Pengaruhi Kebijakan Jokowi

Kamis, 12 November 2015 - 15:19 WIB
Invisible Hand Pengaruhi...
Invisible Hand Pengaruhi Kebijakan Jokowi
A A A
JAKARTA - Ungkapan Menteri Energi dan Eumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said soal adanya politikus yang mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK) mencerminkan pemerintah yang dapat disetir oleh kekuatan di luar pemerintahan.

Pengamat politik Margarito Kamis mencurigai ada tangan-tangan tidak terlihat (invisible hand) yang berusaha memengaruhi pendirian pemerintah terkait kebijakan perpanjangan kontrak karya PT Freeport.

"Soal ada dugaan politikus mencatut nama Jokowi untuk perpanjangan kontrak Freeport, poin kita adalah presiden kita yang mulia Jokowi itu bisa diatur orang. Dia tidak bertuan pada daulat rakyat tapi pada daulat konco-konconya," ujar Margarito dalam diskusi Dialektika Demokrasi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (12/11/2015).

Menurutnya, mengacu teori barat, kondisi seperti tersebut sebagai pemerintahan bayangan, karena ada tangan tidak terlihat yang bisa memengaruhi kewenangan presiden dalam mengambil keputusan strategis.

"Ada politisi pergi ke korporasi besar, menjanjikan perpanjangan kontrak dengan imbalan. Ini menandakan pemerintah dikendalikan oleh invisible power," ungkapnya.

Sementara itu secara terpisah, pengamat kebijakan energi, Rusmin Effendy meminta Sudirman Said mengungkapkan ke publik siapa diduga mafia migas yang diekatuinya, termasuk dalam persoalan Petral.

"Kalau tidak mampu, tidak usah gembar-gembor. Bagaimana soal keterlibatan Ari Soemarno selama memimpin Petral apa berani membongkarnya,” ucap Rusmin.

Dia meragukan, langkah Sudirman Said yang seolah-olah ingin membongkar praktik mafia migas. Alasannya, pada periode sebelum 2012, Sudirman Said diketahui sebagai SPV ISC Pertamina yang memutuskan importasi minyak mentah dan BBM.

“Yang patut kita pertanyakan siapa yang menggaransi Menteri ESDM sampai bisa masuk kabinet. Padahal proses penyusunan kabinet namanya sama sekali tidak pernah diunggulkan," ungkapnya.

Baca: MPR Minta Menteri ESDM Jangan Omong Kosong.

Terungkap Ada Pihak Ketiga Mainkan Tender Petral.
(kur)
Berita Terkait
Pertamina Berbenah Dinilai...
Pertamina Berbenah Dinilai Bikin Mafia Migas Gerah
Pertamina Tak Perlu...
Pertamina Tak Perlu Gentar Hadapi Gugatan Mozambik
Babak Baru Mafia Migas:...
Babak Baru Mafia Migas: Mendorong Tersangka Riza Chalid Dipulangkan ke Indonesia
IPO Pertamina Berpotensi...
IPO Pertamina Berpotensi Cegah Mafia Migas
Berantas Mafia Migas,...
Berantas Mafia Migas, Pertamina Butuh Dukungan Semua Pihak
KNPI: Selamatkan Pertamina...
KNPI: Selamatkan Pertamina dari Cengkeraman Mafia Migas!
Berita Terkini
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Presiden Prabowo Perkuat Demokrasi melalui Revisi UU Pemilu
Pengamat: Seskab Teddy...
Pengamat: Seskab Teddy Punya Kapasitas untuk Dipercaya Presiden Prabowo
Seleksi Hakim Agung...
Seleksi Hakim Agung 2026 Berlanjut, 36 Kandidat Jalani Penelusuran Rekam Jejak
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved