Keadaan Mencemaskan, Kantor Presiden dan Kabinet Kerja Harus Satu Suara

Kamis, 01 Oktober 2015 - 07:25 WIB
Keadaan Mencemaskan,...
Keadaan Mencemaskan, Kantor Presiden dan Kabinet Kerja Harus Satu Suara
A A A
PAKET kebijakan ekonomi jilid II sudah digulirkan. Namun keadaan masih tetap mencemaskan. Belum terlihat tanda-tanda ada tangga turun bagi dolar AS terhadap rupiah. Dunia usaha cenderung apatis melihat situasi saat ini dan ancama PHK ada di depan mata.

Tidak elok juga kalau ada pihak yang hanya menyalahkan Bank Indonesia atas keterpurukan rupiah. Itu sama saja seperti 'buruk muka, cermin dibelah'. Karena anjloknya rupiah lebih kepada faktor lemahnya pemerintahan dan ketidakmampuan serta tidak solidnya Kabinet Kerja.

Partai Golkar khawatir kalau krisis ekonomi ini tidak lekas diatasi akan berubah jadi krisis kepercayaan dan krisis politik yang membahayakan pemerintah Jokowi-JK.

Gaya politik bagi-bagi jabatan direksi/komisaris BUMN kepada para pendukung pilpres dan orang-orang kritis pada posisi strategis namun tidak tepat yang dilakukan Presiden Jokowi, bisa menumpulkan pengawasan masyarakat terhadap jalannya pemerintahan.

Tanpa disadari cara bagi-bagi jabatan itu akan merugikan pemerintah sendiri karena krisis ekonomi akan makin bertambah parah karena BUMN yang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi dipimpin oleh orang yang tidak tepat.

Belum lagi disharmoni anggota kabinetnya seperti dibiarkan hingga membuat investor takut. Disharmoni di kabinet membentuk persepsi negatif terhadap pemerintah yang bisa memperburuk keadaan sebelum akhirnya berpotensi membuat pemerintahan ini tumbang sendiri.

Sebab, depresiasi rupiah yang berkelanjutan saat ini tidak hanya disebabkan oleh ketidakpastian global, tetapi penyebab utamanya justru bersumber dari istana khususnya disharmoni di tubuh Kabinet Kerja. Ketelanjangan disharmoni di Kabinet Kerja menurunkan tingkat kepercayaan pelaku bisnis dan pasar uang kepada pemerintah.

Untuk membalikkan persepsi negatif itu, Kantor Presiden dan Kabinet Kerja pun harus satu suara, satu sikap dan seragam dalam data. Jangan lagi ada menteri yang bicara menurut versi dan data yang berbeda.

BAMBANG SOESATYO
Sekretaris Fraksi Partai Golkar di DPR
(hyk)
Berita Terkait
Politikus Perlu Manfaatkan...
Politikus Perlu Manfaatkan Medsos Gaet Suara Anak Muda
KPU Pakai Lagi Kotak...
KPU Pakai Lagi Kotak Suara Kardus, PKS Usulkan Flexiglass yang Transparan
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Skenario Muluskan Parpol Tertentu Lolos ke Senayan
Politikus Perlu Gaet...
Politikus Perlu Gaet Suara Anak Muda Lewat Medsos, Begini Caranya
Bungkam Suara Oposisi,...
Bungkam Suara Oposisi, Politikus Singapura Dinyatakan Bersalah karena Berbohong kepada Parlemen
16 Daerah Pemungutan...
16 Daerah Pemungutan Suara Ulang, Politikus PAN: Preseden Buruk bagi KPU
Berita Terkini
Karier Febrie Tamat,...
Karier Febrie Tamat, Gus Lilur: Kejaksaan dan Kepolisian Kian Erat
PPATK Siap Bantu Lacak...
PPATK Siap Bantu Lacak Aliran Uang Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Gandeng KPK Jadi Sinyal...
Gandeng KPK Jadi Sinyal Kuat Kejagung Usut Kasus Eks Jampidsus
Percepat Proses Pengganti...
Percepat Proses Pengganti Jampidsus, Istana: Diputuskan Pekan Ini
Tito Karnavian: Kemendagri...
Tito Karnavian: Kemendagri dan Pemda Akan Dukung Penuh Optimalisasi Program BSPS
Transformasi Polri di...
Transformasi Polri di Tengah Era Disrupsi Digital
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved