Fadli Zon Bongkar Manuver PAN & Kegagalan Pemerintah Jokowi
Kamis, 03 September 2015 - 11:06 WIB
Fadli Zon Bongkar Manuver PAN & Kegagalan Pemerintah Jokowi
A
A
A
JAKARTA - Buruknya situasi ekonomi nasional, menjadi salah satu alasan Partai Amanat Nasional (PAN) mengalihkan dukungan politik dan menyatakan bergabung ke Pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menyampaikan, partainya berusaha membantu Jokowi-JK menyejahterakan rakyat, termasuk menghadapi situasi ekonomi nasional.
Menanggapi hal ini Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan, akar masalah dari situasi ekonomi yang memburuk saat ini bukan pada persoalan dukungan politik.
Fadli menilai, tidak ada hubungannya antara Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dalam memburuknya ekonomi nasional.
"KMP sejauh ini objektif dan tak pernah menjegal pemerintah. Karena KMP ingin mengedepankan kepentingan rakyat dan memberi ruang bagi pemerintahan baru untuk konsolidasi," ujar Fadli dalam siaran pers yang diterima Sindonews, Kamis (3/9/2015).
Wakil Ketua Umum Partai Gerinda itu menegaskan, keadaan sekarang ini bukan soal koalisi partai pendukung di DPR. Namun karena pemerintah yang gagal dalam memerintah dan salah dalam menilai keadaan.
Fadli menilai, pemerintah tak mampu mengkonsolidasikan timnya, tak mampu mendiagnosa, dan bahkan tidak tahu mana yang jadi prioritas.
"Bahkan presiden sendiri tidak bisa membedakan mana tugas presiden, mana tugas ketua RT. Misalnya dalam soal distribusi kartu ke masyarakat, itu ruang lingkup tugas ketua RT, bukan presiden," tegasnya.
Diakuinya, pemerintah saat ini sudah mulai kehilangan momentum khususnya di bidang ekonomi. Dinamika global memang memiliki pengaruh terhadap kondisi ekonomi nasional, namun situasi tidak akan bertambah buruk jika pemerintah mengerti bagaimana cara menghadapinya.
"Jadi ini terkait leadership dalam pemerintahan. Pemerintah tak mampu melakukan intervensi kebijakan ekonomi. Kegagalan ini dampaknya membuat jumlah pengangguran, kemiskinan, dan beban utang luar negeri semakin meningkat. Rupiah terpuruk hebat sejak 1998. Cadangan devisa menurun. Rakyat juga yang akhirnya sengsara dan tambah menderita," jelas Fadli.
Sehingga lanjut dia, jangan pernah berpikir dengan menambah dukungan partai ke koalisi pemerintah akan menyelesaikan situasi ekonomi yang buruk ini. DPR kata Fadli, saat ini terus memberi dukungan kepada pemerintah selama program pemerintah baik untuk rakyat.
"Makin buruknya situasi ekonomi nasional saat ini, lebih karena kegagalan pemerintah sendiri untuk menyikapinya," tandasnya.
Pilihan:
PAN Resmi Jadi Partai Pendukung Pemerintah Jokowi
Budi Waseso Kaget Dikabarkan Dicopot dari Kabareskrim
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menyampaikan, partainya berusaha membantu Jokowi-JK menyejahterakan rakyat, termasuk menghadapi situasi ekonomi nasional.
Menanggapi hal ini Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan, akar masalah dari situasi ekonomi yang memburuk saat ini bukan pada persoalan dukungan politik.
Fadli menilai, tidak ada hubungannya antara Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dalam memburuknya ekonomi nasional.
"KMP sejauh ini objektif dan tak pernah menjegal pemerintah. Karena KMP ingin mengedepankan kepentingan rakyat dan memberi ruang bagi pemerintahan baru untuk konsolidasi," ujar Fadli dalam siaran pers yang diterima Sindonews, Kamis (3/9/2015).
Wakil Ketua Umum Partai Gerinda itu menegaskan, keadaan sekarang ini bukan soal koalisi partai pendukung di DPR. Namun karena pemerintah yang gagal dalam memerintah dan salah dalam menilai keadaan.
Fadli menilai, pemerintah tak mampu mengkonsolidasikan timnya, tak mampu mendiagnosa, dan bahkan tidak tahu mana yang jadi prioritas.
"Bahkan presiden sendiri tidak bisa membedakan mana tugas presiden, mana tugas ketua RT. Misalnya dalam soal distribusi kartu ke masyarakat, itu ruang lingkup tugas ketua RT, bukan presiden," tegasnya.
Diakuinya, pemerintah saat ini sudah mulai kehilangan momentum khususnya di bidang ekonomi. Dinamika global memang memiliki pengaruh terhadap kondisi ekonomi nasional, namun situasi tidak akan bertambah buruk jika pemerintah mengerti bagaimana cara menghadapinya.
"Jadi ini terkait leadership dalam pemerintahan. Pemerintah tak mampu melakukan intervensi kebijakan ekonomi. Kegagalan ini dampaknya membuat jumlah pengangguran, kemiskinan, dan beban utang luar negeri semakin meningkat. Rupiah terpuruk hebat sejak 1998. Cadangan devisa menurun. Rakyat juga yang akhirnya sengsara dan tambah menderita," jelas Fadli.
Sehingga lanjut dia, jangan pernah berpikir dengan menambah dukungan partai ke koalisi pemerintah akan menyelesaikan situasi ekonomi yang buruk ini. DPR kata Fadli, saat ini terus memberi dukungan kepada pemerintah selama program pemerintah baik untuk rakyat.
"Makin buruknya situasi ekonomi nasional saat ini, lebih karena kegagalan pemerintah sendiri untuk menyikapinya," tandasnya.
Pilihan:
PAN Resmi Jadi Partai Pendukung Pemerintah Jokowi
Budi Waseso Kaget Dikabarkan Dicopot dari Kabareskrim
(maf)