alexametrics

Pemerintah Diminta Ubah New Normal Menjadi New Habit

loading...
Pemerintah Diminta Ubah New Normal Menjadi New Habit
FOTO/SINDOnews/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Kebijakan New Normal atau pola kenormalan baru yang berjalan saat ini dinilai perlu dievaluasi. Anggota Komisi VIII DPR Selly Andriany Gantina mengatakan, dulu ketika ada kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), menimbulkan kontraksi ekonomi. Kemudian muncul kebijakan New Normal.

Politikus PDI Perjuangan ini mengatakan, sebagian masyarakat menganggap bahwa New Normal seperti kembali ke kehidupan normal sebelum terjadi pandemi Covid-19. ”Padahal bukan. Untuk itu bukan New Normal lagi sekarang. Harus tegas dievaluasi. Sekarang New Habit atau kebiasaan baru," tandas Selly. (Baca juga: Rapat dengan Doni Monardo, DPR Tanya Revisi UU Penanggulangan Bencana)

Menurut Selly, New Habit adalah jalan tengah bagi percepatan penanganan Covid-19 saat ini, yang mana kunci terpenting adalah kedisiplinan hidup. “Bukan kembali ke normal seperti sebelum Covid-19, tapi masyarakat dibangun kesadarannya bahwa hidup kita harus berdampingan dengan virus ini. Jadi, perlu sikap hidup baru biar kesehatan ini terjaga dan putaran ekonomi tetap jalan,” tandasnya.

Selly juga meminta agar Gugus Tugas Covid-19 memberikan edukasi yang cukup terkait New Habit ini. ”New Habit ini harus disampaikan ke masyarakat. Gunakan medium yang ada. Dibuat yang secair mungkin. Jangan serius-serius yang penting pesannya masuk,” katanya.

Dengan kebiasaan baru, jaga jarak (physical distancing) jalan, budaya hidup bersih, jaga kesehatan, dan tetap beraktivitas sesuai bidang masing-masing tanpa meninggalkan protokol kesehatan.

(nbs)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak