Luhut dan Surya Paloh Bertemu di Eropa, Keduanya Dinilai Nasionalis Sejati
Sabtu, 14 Januari 2023 - 10:45 WIB
loading...
Dua politikus nasional yakni Menko Marves Luhur Binsar Pandjaitan (LBP) dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh bertemu di Eropa, pada 13 Desember 2022. Foto/Tangkapan Layar/Instagram
A
A
A
JAKARTA - Dua politikus nasional yakni Menko Kemaritiman dan Invenstasi (Marves) Luhur Binsar Pandjaitan (LBP) dan Ketua Umum (Ketum) Partai Nasdem Surya Paloh , bertemu di Eropa, pada 13 Desember 2022. Hal ini terpantau melalui akun Instagram mantan Duta Besar (Dubes) RI untuk Polandia, Peter Gontha @petergontha, yang dikutip MNC Portal, Sabtu (14/1/2023).
Menurut Peter, keduanya adalah nasionalis sejati, terlepas dari siapa calon presiden (capres) pengganti Presiden Joko Widodo (Jokowi) nantinya.
"Pada tanggal 13 December 2022 yang lalu juga sudah ada pertemuan antara LBP dan SP di Eropa. Mereka dua duanya adalah nasionalis sejati, meski mempunyai pandangan yang berbeda terhadap siapa yang harus menjadi penerus pemerintahan sesudah Presiden Joko Widodo," tulis Peter di keterangan gambar.
Baca juga: Surya Paloh Bertemu AHY, Masih Racik Cawapres Pendamping Anies
Peter mengatakan, kedua politikus senior tersebut tidak ingin Indonesia masuk perangkap ekstremisme kanan atau kiri. Meskipun keduanya juga memiliki pendekatan yang beda dan juga jagoan capres berbeda.
"Kedua duanya menjunjung tinggi Pancasila, bukan hanya ucapan tapi perilaku dan pandangannya.
Hanya saja approach mereka berbeda, namun tujuannya sama. Kedua duanya tulus ingin agar stabilitas terjaga, meski mempunyai 'jagoan' yang berbeda," tulisnya lagi.
Baca juga: Luhut Binsar Pandjaitan Enggak Punya Niat Nyapres di Pilpres 2024
Menurut Peter, keduanya adalah nasionalis sejati, terlepas dari siapa calon presiden (capres) pengganti Presiden Joko Widodo (Jokowi) nantinya.
"Pada tanggal 13 December 2022 yang lalu juga sudah ada pertemuan antara LBP dan SP di Eropa. Mereka dua duanya adalah nasionalis sejati, meski mempunyai pandangan yang berbeda terhadap siapa yang harus menjadi penerus pemerintahan sesudah Presiden Joko Widodo," tulis Peter di keterangan gambar.
Baca juga: Surya Paloh Bertemu AHY, Masih Racik Cawapres Pendamping Anies
Peter mengatakan, kedua politikus senior tersebut tidak ingin Indonesia masuk perangkap ekstremisme kanan atau kiri. Meskipun keduanya juga memiliki pendekatan yang beda dan juga jagoan capres berbeda.
"Kedua duanya menjunjung tinggi Pancasila, bukan hanya ucapan tapi perilaku dan pandangannya.
Hanya saja approach mereka berbeda, namun tujuannya sama. Kedua duanya tulus ingin agar stabilitas terjaga, meski mempunyai 'jagoan' yang berbeda," tulisnya lagi.
Baca juga: Luhut Binsar Pandjaitan Enggak Punya Niat Nyapres di Pilpres 2024
Lihat Juga :