Laksamana TNI Muhammad Ali dan Tantangan Penegakan Hukum di Laut
Kamis, 29 Desember 2022 - 11:09 WIB
loading...
A
A
A
Tak kalah berbahayanya adalah penyelundupan narkoba. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), 80% penyelundupan barang terlarang tersebut dilakukan lewat laut. Mayoritas narkoba didatangkan dari kawasan The Golden Triangle (Thailand, Myanmar, dan Laos); The Golden Crescent (Afghanistan, Pakistan, dan Iran); serta The Golden Peacock (Amerika Latin).
Penyelundupan itu di antaranya penyelundupan narkoba lewat jalur laut yang pernah digagalkan pada Maret lalu, yakni penyelundupan 1,196 ton sabu di Pantai Mandasari, Kecamatan Patigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, yang berhasil digagalkan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar. Sabu yang dikirim dari kawasan The Goldent Crescent, dalam hal ini Iran, diperkirakan bernilai sekitar Rp1,43 triliun. Bisa dibayangkan, berapa besar dampaknya terhadap generasi muda bila narkoba itu lolos dan dikonsumsi masyarakat.
Selain menghadapi pelaku kejahatan, sejatinya, tantangan terberat yang dihadapi KSAL adalah kejahatan yang melibatkan jajarannya sendiri. Kondisi ini bukanlah isapan jempol. Pada September lalu, misalnya, TNI AL tercoreng dengan penyelundupan satwa langka dari Papua yang menggunakan KRI Teluk Lada 521. Kasus tersebut pun telah diperiksa dan diusut Puspomal.
Penunjukan Muhammad Ali sebagai KSAL baru tentu berangkat dari perhitungan matang, termasuk kemampuannya dalam menjalankan misi penegakan hukum di laut. Salah satu pertimbangan Jokowi adalah kepemimpinan pria kelahiran 9 April 1967 tersebut plus pengalaman dari tour of duty yang dilalui—seperti di Gubernur AAL (2018-2019), Koorsahli KSAL (2019), Pangkoarmada I (2019-2020), Asrena KSAL (2020-2021), hingga menempati posisi Pangkogabwilhan I—membuatnya sangat memahami persoalan dan tantangan yang dihadapi TNI AL.
Dari sisi personality, publik juga bisa berharap sosok perwira yang banyak menghabiskan tugasnya di kapal selam KRI Nanggala-402 ini. Sebagai awak kapal selam, pria kelahiran 9 April 1967 ini menjadi sosok yang biasa bertugas dalam senyap dan jauh dari popularitas. Karakter demikian diharapkan diimplementasikan selama menjalankan tugasnya sebagai KSAL.
Penyelundupan itu di antaranya penyelundupan narkoba lewat jalur laut yang pernah digagalkan pada Maret lalu, yakni penyelundupan 1,196 ton sabu di Pantai Mandasari, Kecamatan Patigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, yang berhasil digagalkan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar. Sabu yang dikirim dari kawasan The Goldent Crescent, dalam hal ini Iran, diperkirakan bernilai sekitar Rp1,43 triliun. Bisa dibayangkan, berapa besar dampaknya terhadap generasi muda bila narkoba itu lolos dan dikonsumsi masyarakat.
Selain menghadapi pelaku kejahatan, sejatinya, tantangan terberat yang dihadapi KSAL adalah kejahatan yang melibatkan jajarannya sendiri. Kondisi ini bukanlah isapan jempol. Pada September lalu, misalnya, TNI AL tercoreng dengan penyelundupan satwa langka dari Papua yang menggunakan KRI Teluk Lada 521. Kasus tersebut pun telah diperiksa dan diusut Puspomal.
Penunjukan Muhammad Ali sebagai KSAL baru tentu berangkat dari perhitungan matang, termasuk kemampuannya dalam menjalankan misi penegakan hukum di laut. Salah satu pertimbangan Jokowi adalah kepemimpinan pria kelahiran 9 April 1967 tersebut plus pengalaman dari tour of duty yang dilalui—seperti di Gubernur AAL (2018-2019), Koorsahli KSAL (2019), Pangkoarmada I (2019-2020), Asrena KSAL (2020-2021), hingga menempati posisi Pangkogabwilhan I—membuatnya sangat memahami persoalan dan tantangan yang dihadapi TNI AL.
Dari sisi personality, publik juga bisa berharap sosok perwira yang banyak menghabiskan tugasnya di kapal selam KRI Nanggala-402 ini. Sebagai awak kapal selam, pria kelahiran 9 April 1967 ini menjadi sosok yang biasa bertugas dalam senyap dan jauh dari popularitas. Karakter demikian diharapkan diimplementasikan selama menjalankan tugasnya sebagai KSAL.
(bmm)
Lihat Juga :