Pupusnya Harapan Kehadiran Ruang Publik

Sabtu, 11 Juli 2020 - 09:01 WIB
loading...
A A A
Ruang publik Habermas yang tetap diidamkan hingga di usianya yang lanjut, tampak dapat diharapkan kembali. Pada ruang publik yang terbangun oleh intensifnya penggunaan mikro elektronik ini, dapat melibatkan siapa pun lengkap dengan keanekaragaman identitasnya.

Para pemilik ruang, dapat mengembangkan pikiran apa pun, seraya memperoleh tanggapan dari pihak lain. Semua terjadi tanpa intimidasi, tanpa kesulitan berbahasa di luar kebiasaan dan tanpa adanya tekanan kepentingan pihak lain. Ruang-ruang publik itu pernah ditumpukan pada media sosial yang dapat dimiliki siapa saja bersama konten yang dihasilkannya.. Konten jadi intisari paradigma dialog.

Dalam realitasnya kini, ruang publik kembali gagal dihadirkan ketika bertumpu pada media sosial. Media ini, belakangan lebih jadi medium mengomel apapun. Alih-alih melakukan dialog, tak jarang rasa heran, ketaktahuan, hingga rasa marah lebih ditradisikan dalam bentuk uraian yang panjang lebar.

Ini kerap disebut a thread, sebuah utas di twitter. Mengagumi sesuatu, a thread, menyesali sesuatu a thread, tak puas pada layanan a thread. Sifat monolog a thread, lebih mengundang pendapat para pihak yang tak ada urusannya dengan yang dibicarakan, Berbantahan tanpa sumbu substansi yang dipersoalkan Sehingga, dialog yang diharapkan jadi wujud paradigma dialog gagal dihadirkan. Kegagalan yang memupuskan harapan pada lahirnya ruang publik yang dapat dijangkau setiap orang, dalam ruang dan waktu yang tak terbatas. Lalu bagaimana nasib demokrasi?
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Ujian Kapasitas Negara,...
Ujian Kapasitas Negara, Bukan Sekadar Kasus Korupsi
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
Intervensi Rupiah Kuras...
Intervensi Rupiah Kuras Cadangan Devisa Rp37 Triliun per Bulan, Sistem Keuangan Dinilai Tak Sehat
Rupiah Tertekan, Ichsanuddin...
Rupiah Tertekan, Ichsanuddin Noorsy: Beban Fiskal dan Sektor Riil Kian Berat
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, China dan India Terancam Gagal Panen Imbas Kelangkaan Pupuk
Rekomendasi
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Fitnah Akhir Zaman:...
Fitnah Akhir Zaman: Mengapa Wanita Menjadi Sasaran Utama Fitnah Dajjal?
21.948 Jemaah Haji Reguler...
21.948 Jemaah Haji Reguler dan 7.702 Haji Khusus Sudah Tiba di Indonesia
Berita Terkini
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Alasan Natalius Pigai...
Alasan Natalius Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil
Silmy Karim Cs Ditahan...
Silmy Karim Cs Ditahan KPK, DPR Bakal Minta Penjelasan Kemenimipas
Minta Masukan RUU Pemilu,...
Minta Masukan RUU Pemilu, DPR Bakal Kunjungi Parpol Parlemen dan Nonparlemen
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Kasus Dadan Cs, Saut...
Kasus Dadan Cs, Saut Situmorang: Semua hingga Eselon Terkecil Harus Bertanggung Jawab
Infografis
AS Mulai Bagikan Info...
AS Mulai Bagikan Info Intel Ruang Angkasa Sensitif China-Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved