Presiden Yunus Emre Sebut Indonesia Harus Dijadikan Mitra Strategis Turki Kampanyekan Budaya
Jum'at, 16 Desember 2022 - 06:17 WIB
loading...
Yunus Emre Enstitüsü dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar simposium internasional hubungan diplomasi budaya dan bahasa Indonesia-Turki. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Presiden Yunus Emre Enstitüsü sekaligus tim penasihat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Seref Ates mengatakan bahwa Indonesia harus dijadikan sebagai mitra paling strategis dalam mengampanyekan budaya dan bahasa. Turki dan Indonesia sudah menjalin hubungan semenjak masa Dinasti Utsmaniyah.
Dia mengatakan keberadaan Yunus Emre Enstitüsü sangat tepat di Indonesia dan akan mampu menjadi motor penguat hubungan antar-kedua negara. Hal tersebut dikatakannya dalam acara simposium internasional di Auditorium Harun Nasution UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (14/12/2022).
Dia merasa sangat berbahagia berada dan hadir pertama kali ke Indonesia. Dia mengatakan masyarakat Indonesia sebagai masyarakat yang begitu ramah dan berperadaban. “Begitu tinggi budaya dan adat istiadat yang dimiliki oleh Indonesia,” katanya.
Baca juga: Komunitas Pelestari Budaya Bersama Pemerintah Bahas Pengajuan Kebaya ke UNESCO
Sementara itu, Rektor UIN Jakarta Prof Amany Lubis mengaku sangat berbahagia menerima kehadiran Yunus Emre Enstitüsü di Indonesia khususnya UIN Jakarta. “Akan banyak kerja sama yang bisa kita buat. Di mana kita ketahui Indonesia dan Turki memiliki banyak kesamaan baik secara agama, keberagaman budaya, dan juga bahasa,” katanya dalam kesempatan sama.
Dia mengatakan keberadaan Yunus Emre Enstitüsü sangat tepat di Indonesia dan akan mampu menjadi motor penguat hubungan antar-kedua negara. Hal tersebut dikatakannya dalam acara simposium internasional di Auditorium Harun Nasution UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (14/12/2022).
Dia merasa sangat berbahagia berada dan hadir pertama kali ke Indonesia. Dia mengatakan masyarakat Indonesia sebagai masyarakat yang begitu ramah dan berperadaban. “Begitu tinggi budaya dan adat istiadat yang dimiliki oleh Indonesia,” katanya.
Baca juga: Komunitas Pelestari Budaya Bersama Pemerintah Bahas Pengajuan Kebaya ke UNESCO
Sementara itu, Rektor UIN Jakarta Prof Amany Lubis mengaku sangat berbahagia menerima kehadiran Yunus Emre Enstitüsü di Indonesia khususnya UIN Jakarta. “Akan banyak kerja sama yang bisa kita buat. Di mana kita ketahui Indonesia dan Turki memiliki banyak kesamaan baik secara agama, keberagaman budaya, dan juga bahasa,” katanya dalam kesempatan sama.
Lihat Juga :