Seniman Asal Padang Persembahkan Alam Takambang Jadi Guru
Senin, 11 November 2024 - 18:40 WIB
loading...
Seniman asal Padang, Sumatera Barat Anisa Nabilla Khairo mempersembahkan sebuah instalasi yang unik berjudul Alam Takambang Jadi Guru di Jakarta Biennale 2024. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Seniman asal Padang, Sumatera Barat Anisa Nabilla Khairo mempersembahkan sebuah instalasi yang unik berjudul Alam Takambang Jadi Guru di Jakarta Biennale 2024. Karya Anisa di Jakarta Biennale 2024 menjadi salah satu dari 18 karya seniman lain yang tergabung dalam program Baku Konek 2024.
Pameran berlangsung sejak 1 Oktober hingga 15 November 2024. Karya ini merupakan hasil kolaborasi yang tergabung dalam program residensi Baku Konek dengan Rumah Cikaramat Sukabumi dan mengangkat tema hubungan antara alam, tubuh, dan pengetahuan yang diwariskan melalui tradisi masyarakat setempat.
Adapun instalasi ini menggunakan piring-piring yang dikumpulkan dari warga sebagai simbol dari tradisi yang terjaga melalui memori tubuh, tutur, dan laku hidup masyarakat Kampung Cikaramat. Piring-piring tersebut tidak hanya berfungsi sebagai objek seni, tetapi juga sebagai media untuk mendiskusikan nilai-nilai gotong royong yang menjadi esensial dalam menciptakan dan mengembangkan pengetahuan lokal.
Baca juga: 18 Karya Seniman Residensi Baku Konek Dipamerkan di TIM
“Melalui karya ini, saya ingin mengajak pengunjung untuk merasakan dan merefleksikan betapa pentingnya memori tubuh dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Keterampilan seperti menganyam dan pengolahan sumber daya alam tidak hanya melibatkan fisik, tetapi juga pengetahuan yang mendalam tentang lingkungan sekitar,” ujar Anisa Nabilla Khairo, dikutip Senin (11/11/2024).
Pameran berlangsung sejak 1 Oktober hingga 15 November 2024. Karya ini merupakan hasil kolaborasi yang tergabung dalam program residensi Baku Konek dengan Rumah Cikaramat Sukabumi dan mengangkat tema hubungan antara alam, tubuh, dan pengetahuan yang diwariskan melalui tradisi masyarakat setempat.
Adapun instalasi ini menggunakan piring-piring yang dikumpulkan dari warga sebagai simbol dari tradisi yang terjaga melalui memori tubuh, tutur, dan laku hidup masyarakat Kampung Cikaramat. Piring-piring tersebut tidak hanya berfungsi sebagai objek seni, tetapi juga sebagai media untuk mendiskusikan nilai-nilai gotong royong yang menjadi esensial dalam menciptakan dan mengembangkan pengetahuan lokal.
Baca juga: 18 Karya Seniman Residensi Baku Konek Dipamerkan di TIM
“Melalui karya ini, saya ingin mengajak pengunjung untuk merasakan dan merefleksikan betapa pentingnya memori tubuh dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Keterampilan seperti menganyam dan pengolahan sumber daya alam tidak hanya melibatkan fisik, tetapi juga pengetahuan yang mendalam tentang lingkungan sekitar,” ujar Anisa Nabilla Khairo, dikutip Senin (11/11/2024).
Lihat Juga :