Menavigasi Ekonomi Daerah dalam Pergolakan Global
Kamis, 15 Desember 2022 - 12:20 WIB
loading...
A
A
A
Penguatan Strategi Daerah
Ke depan, arah penguatan strategi perekonomian daerah perlu dipastikan dalam kerangka peningkatan produktivitas dan kualitas ekspor daerah. Strategi relevan untuk menjawab masalah tersebut salah satunya adalah hilirisasi yang bisa memperbaiki nilai tambah produk dan memperkuat struktur industri daerah.
Antisipasi perubahan peta pengembangan produk hilirisasi akibat pesatnya perkembangan teknologi baru juga diperlukan. Sehingga ada industri prioritas yang nantinya akan dikembangkan dalam jangka menengah-panjang.
Perkembangan terkini menunjukkan proses hilirisasi baru berjalan di daerah Jawa, Sulampua, dan Sumatera. Yang ditunjukkan oleh peningkatan komposisi produk berteknologi menengah-tinggi. Sementara itu, daerah Kalimantan dan Balinusra masih didominasi oleh produk berteknologi rendah. Ini menyuarakan masih ada kesenjangan pembangunan ekonomi dan teknologi antar daerah. Dengan demikian, strategi hilirisasi juga perlu memperhatikan aspek inklusivitas dan pemerataan.
Ke depan pemerintah perlu mendorong diversifikasi ekspor, baik dari sisi pasar dan produk. Serta optimalisasi pemanfaatan berbagai fasilitas perpajakan dan kepabeanan, seperti Kawasan Berikat dan Kemudahan Impor untuk Tujuan Ekspor (KB dan KITE). Dari sisi impor, pemerintah perlu menekan ketergantungan impor melalui restrukturisasi kebutuhan bahan dasar yang bisa didapatkan dari dalam negeri. Ini bisa dikerjakan melalui koordinasi efektif dari berbagai stakeholder dan semua lini pelaku ekonomi.
Pada akhirnya, penegakan orientasi kebijakan yang mengarah pada penguatan struktural dan strategi yang bersifat outward looking adalah keharusan.
Ke depan, arah penguatan strategi perekonomian daerah perlu dipastikan dalam kerangka peningkatan produktivitas dan kualitas ekspor daerah. Strategi relevan untuk menjawab masalah tersebut salah satunya adalah hilirisasi yang bisa memperbaiki nilai tambah produk dan memperkuat struktur industri daerah.
Antisipasi perubahan peta pengembangan produk hilirisasi akibat pesatnya perkembangan teknologi baru juga diperlukan. Sehingga ada industri prioritas yang nantinya akan dikembangkan dalam jangka menengah-panjang.
Perkembangan terkini menunjukkan proses hilirisasi baru berjalan di daerah Jawa, Sulampua, dan Sumatera. Yang ditunjukkan oleh peningkatan komposisi produk berteknologi menengah-tinggi. Sementara itu, daerah Kalimantan dan Balinusra masih didominasi oleh produk berteknologi rendah. Ini menyuarakan masih ada kesenjangan pembangunan ekonomi dan teknologi antar daerah. Dengan demikian, strategi hilirisasi juga perlu memperhatikan aspek inklusivitas dan pemerataan.
Ke depan pemerintah perlu mendorong diversifikasi ekspor, baik dari sisi pasar dan produk. Serta optimalisasi pemanfaatan berbagai fasilitas perpajakan dan kepabeanan, seperti Kawasan Berikat dan Kemudahan Impor untuk Tujuan Ekspor (KB dan KITE). Dari sisi impor, pemerintah perlu menekan ketergantungan impor melalui restrukturisasi kebutuhan bahan dasar yang bisa didapatkan dari dalam negeri. Ini bisa dikerjakan melalui koordinasi efektif dari berbagai stakeholder dan semua lini pelaku ekonomi.
Pada akhirnya, penegakan orientasi kebijakan yang mengarah pada penguatan struktural dan strategi yang bersifat outward looking adalah keharusan.
(bmm)
Lihat Juga :