Titik Baru Investasi Sumatera Selatan, Banyuasin!

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:56 WIB
loading...
Titik Baru Investasi...
Dzulfikar Rezky, Investment Specialist dan Direktur Citra Wisesa Energi. Foto/Dok. SindoNews
A A A
Dzulfikar Rezky
Investment Specialist dan Direktur Citra Wisesa Energi

KABUPATEN Banyuasin sedang memasuki fase penting dalam peta investasi Sumatera Selatan. Selama ini, Banyuasin hanya dipandang sebagai wilayah penyangga Palembang, lumbung pangan, dan sekedar jalur lintasan ekonomi bukan pusat ekonomi. Pandangan itu tidak sepenuhnya keliru, Banyuasin telah melaju menuju simpul baru bagi investasi energi, logistik, hilirisasi, properti, dan utilitas kawasan.

Investor sejatinya tidak hanya tergiur pada sumber daya alam. Kita mencari kepastian arah, konektivitas, dukungan kebijakan, pasar, dan ekosistem yang memungkinkan modal tumbuh. Banyuasin mulai menunjukkan arah pembangunan yang semakin konkret. Bumi Sedulang Setudung memiliki kombinasi yang cukup kuat untuk menjadi destinasi titik baru investasi di Sumatera Selatan.

DKI Jakarta dengan Pelabuhan Tanjung Priok, Jawa Timur dengan Pelabuhan Tanjung Perak, Sumatera Selatan dengan Pelabuhan Tanjung Carat. Meskipun agak berlebihan, proyek di Tanjung Carat penting bukan hanya tentang pembangunan pelabuhan, tetapi juga tentang pembentukan pusat ekonomi baru. Dengan pertimbangan kedekatan kawasan terhadap sumber komoditas, infrastruktur logistik, dan pasokan energi, Tanjung Carat segera disulap menjadi kawasan ekonomi khusus hilirisasi. Tanjung Carat telah berstatus sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Status PSN Tanjung Carat melalui Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025 ini menjadi sinyal penting bagi investor. Artinya, Tanjung Carat bukan sekadar agenda lokal, melainkan bagian dari prioritas pembangunan nasional. Arah pengembangan menuju Kawasan Ekonomi Khusus memberi pesan bahwa kawasan ini tidak hanya akan menjadi tempat keluar-masuk barang, tetapi juga diarahkan sebagai ruang pengolahan.

Bailey, Gray, Lee, dan Bentley (2023) dalam Place-Based Industrial and Regional Strategy: Levelling the Playing Field menjelaskan strategi industri modern tidak cukup hanya berbasis sektor, tetapi harus ditambahkan pada kekuatan spesifik suatu wilayah, yakni aset lokal, konektivitas, kapasitas kelembagaan, dan peluang pasar. Pendekatan place-based industrial policy relevan untuk membaca arah pembangunan Banyuasin dengan ketersediaan sumber daya yang mumpuni membentuk ekosistem kawasan berbasis pelabuhan, energi, komoditas, dan hilirisasi.

Dengan kerangka tersebut, Banyuasin menempati posisi strategis sebagai titik baru investasi Sumatera Selatan dengan Tanjung Carat yang berperan sebagai jangkar kawasan. Potensi energi menjadi daya dukung industri, sawit dan komoditas lokal menjadi basis hilirisasi, logistik dan pergudangan menjadi sektor penghubung, sementara properti dan utilitas menjadi sektor ikutan yang tumbuh seiring masuknya aktivitas ekonomi. Artinya, investasi di Banyuasin dapat membentuk rantai nilai yang saling menguatkan dan terintegrasi satu sama lain.

Dari sisi energi, Banyuasin memiliki prospek yang tidak kalah menarik dan menggiurkan bagi para investor. Wilayah ini berada dalam ekosistem Sumatera Selatan yang selama ini dikenal sebagai salah satu basis energi nasional. Ada potensi besar terkait akumulasi minyak pada kedalaman relatif dangkal sekitar 65 meter yang umumnya 150 meter.

Apabila terus dikonfirmasi melalui kajian teknis dan keekonomian yang memadai, dapat menjadi indikasi efisiensi eksplorasi ke depan. Namun potensi energi ini tidak boleh hanya dibaca dalam logika eksploitasi bahan mentah. Nilainya akan jauh lebih besar apabila energi ditempatkan sebagai fondasi bagi industri, logistik, dan kawasan hilirisasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Apakah Pengadilan Tengah...
Apakah Pengadilan Tengah Mengadili Metode Berpikir dr Tifa dan Roy Suryo?
Perubahan UU Pemilu:...
Perubahan UU Pemilu: Membangun Sistem Pemilu yang Demokratis, Berkeadilan, dan Berintegritas
Sekjen Kemendagri: HUT...
Sekjen Kemendagri: HUT ke-344 Bandar Lampung, Momentum Perkuat Ekonomi Daerah
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
Rekomendasi
Sinopsis The Value of...
Sinopsis The Value of Patience: Perjuangan Alex Mengejar Cinta dan Masa Depan
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
Kisah Menakjubkan dalam...
Kisah Menakjubkan dalam Al-Qur'an: Orang-Orang yang Diselamatkan Allah dari Berbagai Musibah
Berita Terkini
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Prabowonomics Jadi Tema...
Prabowonomics Jadi Tema Harlah ke-28 PKB, Cak Imin Beri Penjelasan
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved