Kasus Positif Melonjak 2.657, Epidemiolog: COVID-19 Memang Nyata
Jum'at, 10 Juli 2020 - 04:15 WIB
loading...
Epidemiolog asal Universitas Airlangga (Unair), Laura Navika Yamani meminta agar masyarakat tidak meremehkan kasus corona. FOTO/ILUSTRASI/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kasus positif corona ( COVID-19 ) di Indonesia kembali mencatatkan rekor tertinggi. Pada Kamis (9/7/2020) kemarin, ada penambahan hingga menembus angka 2.657 kasus. Total saat ini, sudah ada 70.736 orang yang positif terinfeksi virus corona .
Epidemiolog asal Universitas Airlangga (Unair), Laura Navika Yamani meminta agar masyarakat tidak meremehkan kasus corona. Ia menegaskan bahwa virus corona benar-benar ada. Hal itu terlihat dari banyaknya orang yang terjangkit COVID-19.
"Ini yang seharusnya menjadi kesadaran masyarakat, karena COVID-19 memang nyata adanya," kata Laura saat dikonfirmasi, Jumat (10/7/2020).(Baca juga: Luhut Sebut Pandemi Corona Bikin Dunia Lebih Perhatikan Kesehatan )
Laura melihat mulai banyak masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilonggarkan. Bahkan, masyarakat terpantau mulai menjalankan aktivitasnya secara normal tanpa memperhatikan protokol kesehatan.
"Jadi masyarakat harus belajar dari angka yang terus melonjak. Bagaimana masyarakat harusnya meningkatkan kesadaran penerapan protokol kesehatan dan terus waspada atas ancaman COVID-19 ini," katanya.
Lebih lanjut, Laura mengaku tidak dapat memastikan tingginya angka kasus positif corona saat ini menandakan Indonesia mulai memasuki puncak pandemi. Dijelaskan Laura, puncak pandemi COVID-19 baru bisa terlihat ketika ada penurunan konsisten selama 14 hari berturut-turut.(Baca juga: Sehari Tambah 2.657 Kasus Corona, Jabar Sumbang Terbanyak Hari Ini )
"Iya ini juga belum tentu yang paling tinggi atau puncak. Dikatakan puncak ketika kasusnya kemudian turun dan konsisten turun selama paling tidak 14 hari," katanya.
Epidemiolog asal Universitas Airlangga (Unair), Laura Navika Yamani meminta agar masyarakat tidak meremehkan kasus corona. Ia menegaskan bahwa virus corona benar-benar ada. Hal itu terlihat dari banyaknya orang yang terjangkit COVID-19.
"Ini yang seharusnya menjadi kesadaran masyarakat, karena COVID-19 memang nyata adanya," kata Laura saat dikonfirmasi, Jumat (10/7/2020).(Baca juga: Luhut Sebut Pandemi Corona Bikin Dunia Lebih Perhatikan Kesehatan )
Laura melihat mulai banyak masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilonggarkan. Bahkan, masyarakat terpantau mulai menjalankan aktivitasnya secara normal tanpa memperhatikan protokol kesehatan.
"Jadi masyarakat harus belajar dari angka yang terus melonjak. Bagaimana masyarakat harusnya meningkatkan kesadaran penerapan protokol kesehatan dan terus waspada atas ancaman COVID-19 ini," katanya.
Lebih lanjut, Laura mengaku tidak dapat memastikan tingginya angka kasus positif corona saat ini menandakan Indonesia mulai memasuki puncak pandemi. Dijelaskan Laura, puncak pandemi COVID-19 baru bisa terlihat ketika ada penurunan konsisten selama 14 hari berturut-turut.(Baca juga: Sehari Tambah 2.657 Kasus Corona, Jabar Sumbang Terbanyak Hari Ini )
"Iya ini juga belum tentu yang paling tinggi atau puncak. Dikatakan puncak ketika kasusnya kemudian turun dan konsisten turun selama paling tidak 14 hari," katanya.
(abd)
Lihat Juga :