Peringati HBT ke-72, Gus Halim: Transmigrasi Tak Bisa Dilepaskan dari Spiritualitas

Kamis, 01 Desember 2022 - 14:21 WIB
loading...
Peringati HBT ke-72, Gus Halim: Transmigrasi Tak Bisa Dilepaskan dari Spiritualitas
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar (Gus Halim) mengatakan, program transmigrasi tidak bisa dilepaskan dari spiritualitas. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Program Transmigrasi tidak bisa dilepaskan dari spiritualitas. Penguatan sisi spiritualitas akan memastikan jika program tersebut benar-benar memberikan peluang kehidupan lebih baik bagi pesertanya.

Hal itu disampaikan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar (Gus Halim) saat memberikan sambutan dalam Peringatan Hari Bhakti Transmigrasi (HBT) ke-72 yang digelar di Kantor Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kamis (1/12/2022).

Peringatan HBT ini diisi dengan beragam kegiatan termasuk istighotsah kubro dan penggalangan dana bantuan untuk korban gempa di Cianjur. “Saya tentu bersyukur kegiatan HBT 2022 ini diisi dengan berbagai kegiatan positif termasuk pengajian dan istighotsah kubro. Saya berharap kegiatan ini menguatkan kita sebagai bangsa yang dalam beberapa waktu terakhir menghadapi bencana dan musibah,” ujar Gus Halim.

Baca juga: Mendes PDTT: Pendamping Desa Harus Adopsi Sistem Digital

Ribuan pegawai tampak khusyuk mengikuti rangkaian kegiatan istighotsah kubro yang digelar di Masjid Al-Muhajirin. Kegiatan ini diikuti seluruh jajaran mulai dari Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar (Gus Halim), Sekjen Kemendes PDTT Taufik Madjid hingga pejabat utama lainnya. Termasuk Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Kediri KH Abdurrahman Al-Kautsar (Gus Kautsar).

Baca juga: Gandeng KPK, Mendes PDTT Luncurkan 10 Desa Antikorupsi 2022

Gus Halim mengatakan kegiatan-kegiatan bernuansa spiritual di lingkungan Kemendes PDTT ini harus diperkuat. Menurutnya berbagai kegiatan keagamaan di lingkungan Kemendes akan menguatkan sisi mental spiritual para pegawai dalam melaksanakan berbagai program percepatan pembangunan di kawasan Transmigrasi. "Momentum hari ini nantinya ditindaklanjuti dengan kegiatan yang lebih terstruktur terkait mengaji di Kemendes yang sebenarnya sudah berjalan baik tinggal ditingkatkan saja,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Halim juga memberikan apresiasi khusus terhadap kiprah dari Gus Kaustar sebagai sosok kiai muda yang tidak meninggalkan identitas kulturalnya. Padahal Gus Kaustar dikenal sebagai orang alim dengan jaringan dan pergaulan yang sangat luas. "Meskipun beliau (Gus Kautsar) pergaulan dan jaringannya luas, tapi tetap tidak pernah tinggalkan karakteristik orang pesantren yang selalu gunakan sarung. Secara personal beliau ini prototipe dari SDGS Desa ke-18 yakni kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif," ujarnya.

Sementara itu Gus Kautsar dalam tausiyah mengatakan, ada tiga hal yang nantinya melemahkan Islam yaitu pertama, ketika ulama dan tokoh agama dengan sembrono karena kepetingan bersifat duniawi kemudian memfatwakan hal yang keliru. Kedua, ketika ada orang dengan kemampuan terbatas tapi dengan percaya diri membahas secara mendalam Al Quran. “Ketiga, ketika para pemimpin dan pejabat tidak miliki keberpihakan kepada hal-hal yang benar. Ini tiga hal yang harus diwaspadai agar kehidupan spiritualitas Islam selalu terjaga,” katanya.

Gus Kautsar menyebut Transmigrasi itu berkaitan dengan hijrah. Semangat tersebut sesuai dengan nilai-nilai Islam yang memerintahkan umat selalu bergerak lebih baik untuk kemudian bertumbuh lebih bermanfaat. “Ada ajaran dari tokoh besar Islam Imam Syafi’i bahwa manusia itu tidak boleh nyaman di satu titik saja. Jika perlu harus berani meninggalkan zona nyaman untuk mencari kesempatan yang lebih baik termasuk di dalamnya kegiatan transmigrasi,” katanya.

Untuk diketahui istighotsah dipimpin oleh Kiai Abdul Halim yang diikuti oleh ribuan pegawai di lingkungan Kemendes PDTT setelah pelaksanaan Sholat Dzuhur. Selama pelaksanaan acara, juga digalang donasi untuk bencana gempa yang melanda Cianjur dan berhasil mengumpulkan uang lebih dari Rp14 juta.
(cip)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2993 seconds (11.210#12.26)