Pertamina Gandeng Korlantas Polri Cegah Penyalahgunaan BBM Subsidi

Rabu, 30 November 2022 - 22:03 WIB
loading...
Pertamina Gandeng Korlantas Polri Cegah Penyalahgunaan BBM Subsidi
PT Pertamina Patra Niaga akan menggandeng Korlantas Polri dalam rangka memaksimalkan penggunaan aplikasi My Pertamina. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga akan menggandeng Korp Lalu Lintas (Korlantas) Polri dalam rangka memaksimalkan penggunaan aplikasi My Pertamina. Tujuannya untuk meminimalisasi penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Region Manager Retail dan Sales Jawa Bagian Barat PT Pertamina Patra Niaga, Sunardi mengungkapkan, selain dengan Korlantas Polri, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas).

Sunardi menjelaskan, kerja sama dengan Korlantas Polri itu supaya Pertamina bisa mengakses data-data mengenai nomor polisi kendaraan bermotor yang ada di Indonesia.

Baca juga: Pertamina Ajak Masyarakat Berperan dalam Penyaluran Subsidi BBM

“Koordinasi dengan Korlantas itu sedang kita upayakan. Kenapa Korlantas? Karena mereka ada pusat database kendaraan bermotor. Database kendaraan itu sangat penting untuk juga menghitung penyaluran BBM bersubsidi,” ungkapnya di acara FGD ‘Sosialisasi Penyaluran BBM Subsidi dengan Program Subsidi Tepat’ di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2022).

Baca juga: 986 Ribu Pendaftar MyPertamina Ditolak, Ini Penjelasannya

Sunardi menuturkan, database nomor polisi kendaraan bermotor di Korlantas Polri itu nantinya akan menjadi acuan maksimalisasi penggunaan aplikasi My Pertamina. Jika sudah terdata, maka nanti akan terbaca jika konsumen membeli BBM jenis apa dan berapa liter yang dibeli dalam satu hari, satu minggu bahkan satu bulan terakhir.

“Aplikasi My Pertamina ini sebagai alat bantu kami untuk memantau penyaluran BBM subsidi kepada masyarakat yang berhak, sekaligus aplikasi ini menjadi landasan pertanggungjawaban kami terkait penyaluran BBM bersubsidi,” ungkap Sunardi.

Anggota Komite BPH Migas Yapit Sapta Putra mengatakan, pihaknya pernah menemukan kasus ada kendaraan truk yang mengisi BBM bersubsidi jenis Solar namun menggunakan nomor polisi palsu alias bodong.

“Dia (truk) kan emang berhak ya (isi BBM bersubsidi), tapi kalau mau berkali-kali ngisi dia bisa aja nuker pelat nopolnya. Mending nukernya sesama truk, tapi pernah kita temukan nuker dengan pelat motor. Biasanya di daerah-daerah pertambangan kayak begitu,” katanya.

Oleh karena itu, Yapit menilai, kerja sama dengan Korlantas Polri itu sangat penting untuk meminimalisasi penyalahgunaan BBM bersubsidi.
(cip)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1696 seconds (10.101#12.26)