CENTRA Initiative Luncurkan Buku Keamanan Manusia
Rabu, 23 November 2022 - 17:32 WIB
loading...
A
A
A
"Konsep keamanan manusia mengisi ruang kosong yang dapat diletakkan sebagai pelengkap atas teori keamanan. Keamanan manusia memperbaiki pendekatan keamanan yang seringkali represif. Keamanan manusia melengkapi pendekatan pembangunan yang rentan terhadap kondisi eksternal, seperti bencana, pandemi, atau konflik berskala besar. Keamanan manusia melengkapi pendekatan hak asasi manusia yang secara konsep seringkali ditolak oleh perangkat negara," katanya.
Di Indonesia, keamanan manusia belum begitu banyak diketahui. Hal itu hanya lumrah didiskusikan dalam ruang-ruang akademis yang terbatas pada diskusi internasional. Sebagai sebuah konsep besar yang dapat menjawab tantangan situasi khusus, seperti konflik bahkan pandemi, keamanan manusia sangat jarang dilirik. Ketiadaan rujukan yang komprehensif mengenai hal ini mungkin menjadi salah satu sebabnya.
Karena itu, CENTRA Initiative memandang pendekatan keamanan manusia relevan diberlakukan di Indonesia dengan pertimbangan human security menempatkan aktor nonpertahanan/militer lebih dominan untuk masuk ke wilayah keamanan dengan pendekatan yang lebih manusiawi. Dengan begitu, isu keamanan tidak lagi menjadi wilayah militer, tetapi hajat orang banyak yang harus terus-menerus dikawal dan diawasi.
"Keamanan manusia menempatkan kajian-kajian keamanan menjadi milik publik dan tidak eksklusif hanya menjadi milik aktor militer/keamanan, yang seringkali melupakan prinsip-prinsip kebebasan sipil, demokrasi, dan hak asasi manusia," katanya.
Di Indonesia, keamanan manusia belum begitu banyak diketahui. Hal itu hanya lumrah didiskusikan dalam ruang-ruang akademis yang terbatas pada diskusi internasional. Sebagai sebuah konsep besar yang dapat menjawab tantangan situasi khusus, seperti konflik bahkan pandemi, keamanan manusia sangat jarang dilirik. Ketiadaan rujukan yang komprehensif mengenai hal ini mungkin menjadi salah satu sebabnya.
Karena itu, CENTRA Initiative memandang pendekatan keamanan manusia relevan diberlakukan di Indonesia dengan pertimbangan human security menempatkan aktor nonpertahanan/militer lebih dominan untuk masuk ke wilayah keamanan dengan pendekatan yang lebih manusiawi. Dengan begitu, isu keamanan tidak lagi menjadi wilayah militer, tetapi hajat orang banyak yang harus terus-menerus dikawal dan diawasi.
"Keamanan manusia menempatkan kajian-kajian keamanan menjadi milik publik dan tidak eksklusif hanya menjadi milik aktor militer/keamanan, yang seringkali melupakan prinsip-prinsip kebebasan sipil, demokrasi, dan hak asasi manusia," katanya.
(abd)
Lihat Juga :