CENTRA Initiative Luncurkan Buku Keamanan Manusia
Rabu, 23 November 2022 - 17:32 WIB
loading...
CENTRA Initiative menggelar diskusi dan peluncuran buku di Sadjoe Cafe, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (23/11/2022). FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - CENTRA Initiative meluncurkan buku berjudul Keamanan Manusia: Konsepsi, Implementasi, dan Perbandingan Negara Lain, Rabu (23/11/2022). Buku membahas mengenai keamanan manusia di sejumlah negara, termasuk Indonesia.
Ketua Badan Pengurus CENTRA Initiative, Al Araf mengatakan, human security atau dikenal dengan keamanan manusia di Indonesia merupakan konsep yang sudah banyak mengemuka. Keamanan manusia lebih mengedepankan pendekatan pentingnya perlindungan rasa aman manusia untuk bebas dari ketakutan (freedom from fear) dan bebas dari kemelaratan (freedom from want).
Menurutnya, secara konsep, keamanan manusia menjadi alternatif pendekatan di banyak negara. Pendekatan keamanan manusia meletakkan aktor keamanan nonmilter untuk berperan besar dalam menghadapi berbagai macam ancaman yang terjadi.
"Lembaga lembaga sipil pemerintah harus proaktif dalam melihat variasi masalah dan ancaman keamanan manusia," kata Al Araf dalam diskusi dan peluncuran buku di Sadjoe Cafe, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (23/11/2022).
Pendekatan keamanan manusia, kata Al Araf, merupakan pelengkap dari diskursus keamanan yang selama ini didominasi oleh keamanana negara/rezim. Selama ini pendekatan keamanan negara/rezim dalam melihat isu keamanan seringkali berdampak pada terjadinya penggunan kekuatan koersif yang berlebihan, sehingga terjadi kekerasan dan pelanggaran HAM seperti di Papua.
Ketua Badan Pengurus CENTRA Initiative, Al Araf mengatakan, human security atau dikenal dengan keamanan manusia di Indonesia merupakan konsep yang sudah banyak mengemuka. Keamanan manusia lebih mengedepankan pendekatan pentingnya perlindungan rasa aman manusia untuk bebas dari ketakutan (freedom from fear) dan bebas dari kemelaratan (freedom from want).
Menurutnya, secara konsep, keamanan manusia menjadi alternatif pendekatan di banyak negara. Pendekatan keamanan manusia meletakkan aktor keamanan nonmilter untuk berperan besar dalam menghadapi berbagai macam ancaman yang terjadi.
"Lembaga lembaga sipil pemerintah harus proaktif dalam melihat variasi masalah dan ancaman keamanan manusia," kata Al Araf dalam diskusi dan peluncuran buku di Sadjoe Cafe, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (23/11/2022).
Pendekatan keamanan manusia, kata Al Araf, merupakan pelengkap dari diskursus keamanan yang selama ini didominasi oleh keamanana negara/rezim. Selama ini pendekatan keamanan negara/rezim dalam melihat isu keamanan seringkali berdampak pada terjadinya penggunan kekuatan koersif yang berlebihan, sehingga terjadi kekerasan dan pelanggaran HAM seperti di Papua.
Lihat Juga :