Teknologi 5G untuk Kehidupan Lebih Baik

Sabtu, 12 November 2022 - 07:45 WIB
loading...
Teknologi 5G untuk Kehidupan Lebih Baik
Teknologi 5G harus dimanfaatkan untuk kegiatan produktif. FOTO/WAWAN BASTIAN
A A A
Sejak Mei tahun lalu sektor teknologi informasi di dalam negeri memasuki babak baru yang ditandai dengan dioperasikannya jaringan seluler 5G secara komersial. Teknologi teranyar di sektor telekomunikasi itu digadang-gadang bisa mempercepat transformasi digital di Indonesia.

Sektor teknologi digital dalam beberapa tahun terakhir memang terus menunjukkan perkembangan signifikan. Kehadiran teknologi berbasis internet ini mampu menjadi pengungkit sektor usaha lain mulai dari perdagangan, kesehatan, pendidikan, hingga jasa. Kemunculan beragam usaha rintisan (startup) yang berbasis internet telah membawa Indonesia menuju transformasi dari cara-cara konvensional menuju digitalisasi.

Berdasarkan laporan dariStartup Ranking, Indonesia merupakan satu dari 10 negara dengan jumlah perusahaan rintisanterbanyak di dunia pada tahun ini. Tercatat ada sebanyak 2.346startupdi Tanah Air. Jumlah tersebut menempatkan Indonesia di urutan kelima terbanyak di dunia setelah Amerika Serikat (AS) sebanyak 71.405, kemudian India (13.244), Inggris Raya (6.258), dan Kanada (3.332).Jumlahstartupdi Indonesia bahkan mengalahkan Jerman yang memiliki 2.298startup.

Dari sisi investasi, Indonesia juga masih menjadi tujuan utama para pemodal. Menurut data yang dirilis Google, Temasek dan Bain Company, Indonesia bersama Singapura adalah dua negara yang mendominasi penanaman modal sektor digital di Asia Tenggara.

Baca juga: Ini Hal Keren yang Bisa Dilakukan Ponsel 5G Setelah Jaringan 5G Aktif di Indonesia

Masih menurut laporan tersebut, Indonesia menarik 25% dari total nilai pendanaan swasta di kawasan ASEAN dan dalam jangka panjang tetap menarik bagi investor bersama dengan Vietnam dan Filipina. Akan tetapi, mengingat adanya hambatan ekonomi di lingkup global, nilai transaksi pada Semester 1/2022 turun USD2 miliar secarayear on yearakibat adanya kekhawatiran terkait profitabilitas dan valuasi.

Laporan Temasek dkk juga menyebutkan layanan keuangan digital terutama yang berfokus pada pembayaranbusiness to business(B2B) dan layanan pinjaman telah menggantikan sektore-commercesebagai sektor investasi teratas dengan nilai USD1,5 miliar pada Semester 1/2022.

Di seluruh Asia Tenggara, termasuk Indonesia, lebih dari 80% Pemodal Ventura (VC) ingin lebih berfokus pada sektor-sektor baru seperti teknologi kesehatan (health tech), SaaS, dan Web 3.0, sementara sektor teknologi pendidikan (ed tech) mengalami penurunan pascapandemi seiring dibukanya kembali sekolah-sekolah.

Secara keseluruhan, nilai ekonomi digital di Indonesia pada tahun ini diperkirakan menyentuh angka USD77 miliar, naik 22% dibandingkan 2021 yang sebesar USD63 miliar. Jumlah tersebut diperkirakan terus meningkat dan pada 2025 diproyeksikan mencapai USD130 miliar.

Kembali ke perkembangan teknologi 5G, fenomena tersebut seharusnya bisa menjadi katalis pertumbuhan ekonomi berbasis digital. Hanya, masih banyak pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan oleh pemerintah bersama pemangku kepentingan lainnya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2015 seconds (11.210#12.26)