Bangun Sistem Pertahanan, Prabowo Kenang Perjuangan Bung Karno

Kamis, 10 November 2022 - 15:58 WIB
loading...
Bangun Sistem Pertahanan,...
Menhan Prabowo Subianto dalam Seminar Nasional Tantangan TNI AU dalam Perkembangan Teknologi Elektronika Penerbangan di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (8/11/2022). Foto/Tim Media Prabowo
A A A
JAKARTA - Indonesia dinilai kalah bersaing dengan negara maju dalam pengembangan teknologi, termasuk bidang pertahanan. Tetapi bukan berarti ketertinggalan ini tidak bisa dikejar. Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto .

"Kalau kita mau mengejar ketertinggalan kita di bidang teknologi, mau tidak mau kita harus investasi di bidang teknologi tersebut," kata Prabowo saat memberikan sambutan pada Seminar Nasional "Tantangan TNI AU dalam Perkembangan Teknologi Elektronika Penerbangan" di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (8/11/2022).

"Di bidang sumber daya manusia (SDM) tersebut, untuk mencapai tingkat teknlogi yang kita kehendaki, yaitu teknologi yang bisa kita ciptakan sendiri, minimal sebagian besar teknologi itu bisa kita kuasai sendiri," tambah Prabowo.

Baca juga: Menhan Prabowo Sebut Pertahanan Teritorial Tulang Punggung Indonesia

Meskipun demikian, upaya tersebut bukan upaya bisa dicapai dalam waktu sebentar. Dicontohkannya program yang pernah dilakukan pada masa pemerintahan Soekarno.

"Dulu, waktu Bung Karno kirim anak-anak kita belajar teknologi, belajar fisika, belajar kedirgantaraan, Pak Habibie dikirim, semua dikirim, kira-kira tahun '57-'58. Baru kita mampu membuat pesawat pertama mungkin tahun '80. Bayangkan, (dari tahun) '58 sampai tahun '80, hampir 25 tahun, seperempat abad baru kita mampu," ungkapnya.

Sayangnya kata Prabowo, segala capaian cendekiawan yang dihasilkan dari program Bung Karno tersebut tidak diperhatikan dan dikembangkan lantaran menganggap enteng bidang pertahanan.

"Sehingga, ada elite Indonesia yang menyatakan PTDI tidak penting, industri kita tidak penting, PT PAL tidak penting, Pindad tidak penting," tegasnya.

Prabowo melanjutkan, dirinya mencoba mengadopsi program Bung Karno itu dan diimplementasikan di Universitas Pertahanan (Unhan), yang berada di bawah Kementerian Pertahanan (Kemhan), untuk memperkecil defisit ketertinggalan di bidang teknologi pertahanan. Upaya yang dilakukan dengan menambah fakultas dan program studi (prodi) yang dibutuhkan pada masa depan.

"Karena itu, saya segera usulkan ke Presiden dan Presiden setuju Universitas Pertahanan membentuk empat fakultas baru dan semuanya di bidang yang kritis. Pertama, engineering, fakultas teknik. Kita membentuk fakultas teknik engineering di semua program studi, teknik elektronika, teknik dirgantara, teknik sipil, dan sebagainya," paparnya.



Kedua, mendirikan fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam (MIPA) dengan prodi matematika, fisika, biologi, dan kimia. Keempat ilmu eksak ini dinilai menjadi perkembangan peradaban manusia ke depan.

"Kalau Saudara bicara sekarang teknologi elektronika, Saudara harus bicara STEM, bicara science, technology, engineering, and mathematics. Karena itu, di Unhan kita selenggarakan segera. Alhamdulillah sekarang sudah kalau tidak salah sudah angkatan ketiga," jelas Prabowo.

Lalu, fakultas kedokteran dan fakultas farmasi. Pendiriannya dilatarbelakangi dengan upaya mengantisipasi adanya potensi bahaya biologis. Prediksi ini tepat lantaran terjadi pandemi Covid-19 mulai awal 2020.

"Jadi, Saudara, (kita membuat) antisipasi yang terjelek bukan menyebarkan pesimisme, tapi meningkatkan kemampuan kita untuk menghadapi ancaman. Demikian juga dengan akibat biologis ini. Sekarang kita hadapi bahaya kenaikan harga pangan, langkanya pangan, belum lagi akibat perang Ukraina dan Rusia," ujarnya.

Prabowo menambahkan, pendidikan di Unhan dikhususkan kepada bagi calon mahasiswa dengan kecerdasan intelektual (IQ) minimal 120. Pun tanpa dipungut biaya, tetapi sekurang-kurangnya mendapatkan nilai 9 di bidang matematika dan fisika selama 3 tahun berturut-turut di jenjang sekolah menengah atas (SMA) atau sederajat.

"Ini sangat sulit dan ini tidak bisa kita izinkan adanya nota-nota, surat-surat rekomendasi anaknya ini, keponakannya itu. Tidak ada," tegasnya.

"Mengharukan, saya bangga adanya anak-anak orang kecil, anaknya tukang bakso, anak buruh pelabuhan, anaknya petani, anaknya kopral, anaknya sersan yang ternyata memiliki IQ tinggi, yang ternyata memiliki hasil akademis yang baik dan diterima langsung di program kita," pungkasnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman...
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman Sepakat Konflik Harus Diselesaikan lewat Perundingan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
5 Peristiwa Politik...
5 Peristiwa Politik Pekan Ini: Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden, Prabowo Terima JK, hingga Mahasiswa Turun ke Jalan
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Rekomendasi
Argentina vs Aljazair:...
Argentina vs Aljazair: Messi dan Misi Pertahankan Takhta Piala Dunia
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Berita Terkini
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
ART asal Indonesia Dianiaya...
ART asal Indonesia Dianiaya di Malaysia, DPR Minta Kemlu Lobi agar Pelaku Dihukum Berat
Said Didu: Jangan Juga...
Said Didu: Jangan Juga Semua Orang Kritis Ditakut-takuti
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved