Polri Siap Amankan KTT G20 dengan Peralatan Terbaik
Kamis, 03 November 2022 - 21:41 WIB
loading...
A
A
A
Dosen Politeknik STIA LAN Jakarta Ratri Istania mengatakan bahwa posisi Presidensi G20 Indonesia sangat sulit di tengah upaya mengembalikan kondisi perekonomian ketenagakerjaan global pasca pandemi Covid 19 dan perang di Ukraina. Dia menambahkan, negara-negara G7 menekan Indonesia untuk memproduksi dokumen berupa deklarasi yang memasukkan klausul yang memunculkan ketegangan dengan Rusia.
"Negara di luar G7 dan Rusia sangat menyayangkan forum G20 menjadi kontestasi politik antara negara-negara kuat sehingga deklarasi dapat dinyatakan gagal," kata Ratri.
Namun, kata dia, posisi strategis KTT G20 yang bisa saja mempertemukan perbedaan-perbedaan. "Indonesia memiliki peluang steategis menjadi jembatan yang menyatukan perbedaan-perbedaan dunia menjadi ajang perdamaian," kata Ratri.
Dia menyampaikan kebanggaannya bisa menyaksikan forum tertinggi para pemimpin dunia yang hadir dalam KTT G20. Adapun FGD bertema "Menyongsong KTT G20 Bali 2022: Kesiapan dan Keuntungan Bagi Indonesia" itu dibuka oleh Karo Multimedia Divisi Humas Polri Brigjen Pol Gatot Refli Handoko mewakil Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo.
"Negara di luar G7 dan Rusia sangat menyayangkan forum G20 menjadi kontestasi politik antara negara-negara kuat sehingga deklarasi dapat dinyatakan gagal," kata Ratri.
Namun, kata dia, posisi strategis KTT G20 yang bisa saja mempertemukan perbedaan-perbedaan. "Indonesia memiliki peluang steategis menjadi jembatan yang menyatukan perbedaan-perbedaan dunia menjadi ajang perdamaian," kata Ratri.
Dia menyampaikan kebanggaannya bisa menyaksikan forum tertinggi para pemimpin dunia yang hadir dalam KTT G20. Adapun FGD bertema "Menyongsong KTT G20 Bali 2022: Kesiapan dan Keuntungan Bagi Indonesia" itu dibuka oleh Karo Multimedia Divisi Humas Polri Brigjen Pol Gatot Refli Handoko mewakil Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo.
(rca)
Lihat Juga :