'Too Good To be True', Dunia Tidak Seideal Itu...
Sabtu, 29 Oktober 2022 - 17:09 WIB
loading...
A
A
A
Federer vs Nadal
Idiom too good to be true juga merasuk ke dunia olahraga dalam persaingan antara pesaing dan sahabat yaitu Roger Federer dan Rafael Nadal.Bagi kalangan pelaku pemasaran, persaingan mereka "terlalu bagus untuk menjadi kenyataan" (too good to be true).
Begitu sempurna persaingan keduanya sehingga tidak layak di titik berlawanan. Jika "sang maestro Swiss yang tenang" membuat permainan terlihat mudah dan hampir tidak pernah terlihat berkeringat, Nadal sebaliknya terlihat "lebih natural, bersahaja, dan lebih berbobot", dengan gerutuan, lenguhan, dan "bisep kiri raksasanya". Pertarungan mereka mengangkat tenis putra ke level kegairahan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Masih di dunia marketing dan persaingan serupa terjadi di antara brand . Persaingan keduanya juga “too good to be true”, namun meningkatkan “pertempuran” ke level yang lebih tinggi sehingga pada gilirannya menguntungkan konsumen.
Karena itu, seperti kata Steven Pinker di bukunya, Enlightment Now: Membela Nalar, Sains, Humanisme, dan Kemajuan (2018), mari selalu bersikap optimistis terhadap berbagai problema di dunia ini.
Tapi mengapa masih banyak masalah yang belum terpecahkan seperti pemanasan global, menurut Pinker, karena manusia belum menemukan solusi yang pas. Tunggu saja, waktunya akan datang. Pasalnya, sejauh ini begitu melimpah kemajuan yang sudah diraih manusia sejak Abad Pencerahan di berbagai bidang karena kontribusi nalar, science, dan kemanusiaan, terutama sangat terasa sejak abad ke-20. Kendati demikian tidak ada salahnya bersikap “to good to be true”. Dunia tidak seideal itu.
Idiom too good to be true juga merasuk ke dunia olahraga dalam persaingan antara pesaing dan sahabat yaitu Roger Federer dan Rafael Nadal.Bagi kalangan pelaku pemasaran, persaingan mereka "terlalu bagus untuk menjadi kenyataan" (too good to be true).
Begitu sempurna persaingan keduanya sehingga tidak layak di titik berlawanan. Jika "sang maestro Swiss yang tenang" membuat permainan terlihat mudah dan hampir tidak pernah terlihat berkeringat, Nadal sebaliknya terlihat "lebih natural, bersahaja, dan lebih berbobot", dengan gerutuan, lenguhan, dan "bisep kiri raksasanya". Pertarungan mereka mengangkat tenis putra ke level kegairahan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Masih di dunia marketing dan persaingan serupa terjadi di antara brand . Persaingan keduanya juga “too good to be true”, namun meningkatkan “pertempuran” ke level yang lebih tinggi sehingga pada gilirannya menguntungkan konsumen.
Karena itu, seperti kata Steven Pinker di bukunya, Enlightment Now: Membela Nalar, Sains, Humanisme, dan Kemajuan (2018), mari selalu bersikap optimistis terhadap berbagai problema di dunia ini.
Tapi mengapa masih banyak masalah yang belum terpecahkan seperti pemanasan global, menurut Pinker, karena manusia belum menemukan solusi yang pas. Tunggu saja, waktunya akan datang. Pasalnya, sejauh ini begitu melimpah kemajuan yang sudah diraih manusia sejak Abad Pencerahan di berbagai bidang karena kontribusi nalar, science, dan kemanusiaan, terutama sangat terasa sejak abad ke-20. Kendati demikian tidak ada salahnya bersikap “to good to be true”. Dunia tidak seideal itu.
(bmm)
Lihat Juga :