Pemerintah Pastikan Tak Ada Hubungan Vaksin Covid-19 dan Gangguan Ginjal Akut
Kamis, 27 Oktober 2022 - 13:16 WIB
loading...
A
A
A
Terkait penanganan apabila muncul demam pascavaksinasi, kata Reisa, maka dapat dilakukan pertolongan di rumah dengan memakaikan baju anak yang ringan, tipis, serta berbahan baik untuk menyerap keringat. Jika anak kedinginan dapat diberikan selimut tipis. Hindari pakaian yang tebal, topi atau kaus kaki yang dapat meningkatkan suhu tubuh anak.
"Yang kedua berikanlah cairan ekstra jangan sampai anak dehidrasi. Selain air mineral anak dapat mengkonsumsi cairan dalam bentuk sup, rebusan kaldu dan jus buah. Kemudian yang ketiga lakukan kompres dengan air hangat, terutama di dahi, lipatan ketiak, lipatan paha dan hindari kompres dingin yang justru dapat meningkatkan suhu tubuhnya. Yang keempat aga suhu ruangan agar tetap sejuk dan nyaman," jelasnya.
Baca juga: Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak Bertambah Jadi 269 Kasus, Pasien Meninggal Terbanyak di DKI Jakarta
Reisa mengatakan, apabila anak mengalami demam dan keluhan-keluhan lebih dari 3 hari, disarankan membawanya ke layanan kesehatan untuk mendapatkan obat dan penanganan yang tepat. "Perkembangan informasi begitu cepat terjadi terkait kesehatan masyarakat, maka pastikan untuk terus memantau update melalui kanal resmi pemerintah untuk menghindari misinformasi ataupun hoax dan mitos," katanya.
"Yang kedua berikanlah cairan ekstra jangan sampai anak dehidrasi. Selain air mineral anak dapat mengkonsumsi cairan dalam bentuk sup, rebusan kaldu dan jus buah. Kemudian yang ketiga lakukan kompres dengan air hangat, terutama di dahi, lipatan ketiak, lipatan paha dan hindari kompres dingin yang justru dapat meningkatkan suhu tubuhnya. Yang keempat aga suhu ruangan agar tetap sejuk dan nyaman," jelasnya.
Baca juga: Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak Bertambah Jadi 269 Kasus, Pasien Meninggal Terbanyak di DKI Jakarta
Reisa mengatakan, apabila anak mengalami demam dan keluhan-keluhan lebih dari 3 hari, disarankan membawanya ke layanan kesehatan untuk mendapatkan obat dan penanganan yang tepat. "Perkembangan informasi begitu cepat terjadi terkait kesehatan masyarakat, maka pastikan untuk terus memantau update melalui kanal resmi pemerintah untuk menghindari misinformasi ataupun hoax dan mitos," katanya.
(abd)
Lihat Juga :