Tantangan Dunia Kedokteran di Indonesia
Senin, 24 Oktober 2022 - 10:56 WIB
loading...
A
A
A
Namun, dugaan awal tersebut sepertinya masih perlu diteliti lebih lanjut melibatkan pihak lain seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang fungsinya memang menjadi 'wasit' bagi peredaran obat dan makanan di Indonesia. Jika benar senyawa kimia itu menjadi penyebab ginjal akut, harus ada langkah cepat untuk mengatasinya.
Pekan lalu, pemerintah telah menarik lima jenis obat sirop dari peredaran yakni Termorex Sirup (obat demam), Flurin DMP Sirup (obat batuk dan flu), Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu), Unibebi Demam Sirup (obat demam), dan Unibebi Demam Drops (obat demam). Langkah ini merupakan tindak lanjut dari temuan adanya bahan-bahan berbahaya yang berpengaruh ke ginjal anak-anak.
Namun, penarikan obat saja jelas tidak cukup karena seyogianya untuk menentukan penyebab suatu penyakit mesti ada tahapan-tahapan tertentu yang dilakukan. Untuk itu, kiranya sangat penting juga untuk mengetahui jenis asupan obat atau makanan lain yang dikonsumsi oleh bayi yang terjangkit penyakit ginjal akut tersebut. Karena bukan tidak mungkin ada zat atau senyawa lain yang berbahaya dan masuk ke dalam tubuh anak-anak.
Kembali ke tantangan bagi para dokter sebagaimana disampaikan di awal, sudah saatnya para pemangku kepentingan di sektor kesehatan juga turut membantu agar kita bisa menghasilkan dokter-dokter yang berkompeten dan profesional.
Ini penting mengingat tiga tahun ke depan, tepatnya mulai 2025, negara ini bukan tidak mungkin harus bersaing dengan dokter luar negeri sejalan dengan masuknya era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang memungkinkan dokter asing bisa bebas masuk membuka praktik di Indonesia.
Pekan lalu, pemerintah telah menarik lima jenis obat sirop dari peredaran yakni Termorex Sirup (obat demam), Flurin DMP Sirup (obat batuk dan flu), Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu), Unibebi Demam Sirup (obat demam), dan Unibebi Demam Drops (obat demam). Langkah ini merupakan tindak lanjut dari temuan adanya bahan-bahan berbahaya yang berpengaruh ke ginjal anak-anak.
Namun, penarikan obat saja jelas tidak cukup karena seyogianya untuk menentukan penyebab suatu penyakit mesti ada tahapan-tahapan tertentu yang dilakukan. Untuk itu, kiranya sangat penting juga untuk mengetahui jenis asupan obat atau makanan lain yang dikonsumsi oleh bayi yang terjangkit penyakit ginjal akut tersebut. Karena bukan tidak mungkin ada zat atau senyawa lain yang berbahaya dan masuk ke dalam tubuh anak-anak.
Kembali ke tantangan bagi para dokter sebagaimana disampaikan di awal, sudah saatnya para pemangku kepentingan di sektor kesehatan juga turut membantu agar kita bisa menghasilkan dokter-dokter yang berkompeten dan profesional.
Ini penting mengingat tiga tahun ke depan, tepatnya mulai 2025, negara ini bukan tidak mungkin harus bersaing dengan dokter luar negeri sejalan dengan masuknya era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang memungkinkan dokter asing bisa bebas masuk membuka praktik di Indonesia.
Lihat Juga :