Tantangan Dunia Kedokteran di Indonesia
Senin, 24 Oktober 2022 - 10:56 WIB
loading...
Profesionalisme dokter di Indonesia harus terus ditingkatkan agar bisa bersaing di tingkat global. FOTO/WAWAN BASTIAN
A
A
A
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) boleh jadi merupakan salah satu organisasi profesi yang paling menantang dalam menjalankan profesinya. Aneka risiko besar harus dihadapi karena selalu saja ada kasus kesehatan yang muncul dan menuntut para dokter untuk berjibaku menyelesaikannya.
Yang teranyar, munculnya penyakit ginjal akut pada anak yang hingga Jumat (21/10) telah menyebabkan 133 anak meninggal dunia. Adapun keseluruhan kasus yang terjadi di sejumlah daerah mencapai 241 kasus. Dengan demikian, rasio kematian dari penyakit ini mencapai 55%. Sungguh angka yang luar biasa besar.
Sebelumnya, pada 2020 lalu, para dokter juga harus berjibaku mengahadapi virus Covid-19 yang menyerang seluruh dunia termasuk Indonesia. Bahkan, tak sedikit dokter di Tanah Air dan tenaga medis yang meninggal dunia bersama 150.000 lebih korban lainnya.
Pada kasus Covid-19, dunia kedokteran saat itu benar-benar diuji karena virus korona yang dihadapi menyebar begitu cepat. Alhasil penanganannya pun memerlukan upaya ekstra dan melibatkan semua stakeholder. Beruntung, saat ini kasus korona mulai melandai meski status pendemi masih belum dinyatakan secara resmi berakhir oleh otoritas kesehatan global.
Pada kasus gagal ginjal anak, tantangan muncul bagi para tenaga medis karena dari kasus tersebut otoritas terkait masih mencari penyebab pasti munculnya penyakit itu. Memang, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyatakan bahwa penyakit ginjal akut ini ditengarai akibat kandungan obat yang dikonsumsi anak-anak tersebut mengandung senyawa Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DG).
Yang teranyar, munculnya penyakit ginjal akut pada anak yang hingga Jumat (21/10) telah menyebabkan 133 anak meninggal dunia. Adapun keseluruhan kasus yang terjadi di sejumlah daerah mencapai 241 kasus. Dengan demikian, rasio kematian dari penyakit ini mencapai 55%. Sungguh angka yang luar biasa besar.
Sebelumnya, pada 2020 lalu, para dokter juga harus berjibaku mengahadapi virus Covid-19 yang menyerang seluruh dunia termasuk Indonesia. Bahkan, tak sedikit dokter di Tanah Air dan tenaga medis yang meninggal dunia bersama 150.000 lebih korban lainnya.
Pada kasus Covid-19, dunia kedokteran saat itu benar-benar diuji karena virus korona yang dihadapi menyebar begitu cepat. Alhasil penanganannya pun memerlukan upaya ekstra dan melibatkan semua stakeholder. Beruntung, saat ini kasus korona mulai melandai meski status pendemi masih belum dinyatakan secara resmi berakhir oleh otoritas kesehatan global.
Pada kasus gagal ginjal anak, tantangan muncul bagi para tenaga medis karena dari kasus tersebut otoritas terkait masih mencari penyebab pasti munculnya penyakit itu. Memang, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyatakan bahwa penyakit ginjal akut ini ditengarai akibat kandungan obat yang dikonsumsi anak-anak tersebut mengandung senyawa Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DG).
Lihat Juga :