Pandemi COVID-19, MPR Dorong Pilkada 2020 Dilakukan Secara Digital

Senin, 06 Juli 2020 - 15:49 WIB
loading...
Pandemi COVID-19, MPR...
Ketua MPR, Bambang Soesatyo mengatakan pemilihan kepala daerah (pilkada) misalnya, jika sebelumnya dilakukan secara konvensional, ke depan harus mengarah ke era digitalisasi. Foto/SINDOphoto
A A A
JAKARTA - Era kenormalan baru (new normal) akibat pandemi Corona atau COVID-19 seharusnya mendorong kreativitas di bidang politik. Ketua MPR, Bambang Soesatyo mengatakan pemilihan kepala daerah (pilkada) misalnya, jika sebelumnya dilakukan secara konvensional, ke depan harus mengarah ke era digitalisasi.

"Pandemi COVID-19 ini telah mendorong kehidupan dunia secara individunya kita semakin individualistik dan mendorong kita saling menjaga jarak antara sesama," ujar Bamsoet dalam Diskusi Empat Pilar bertajuk Adaptasi New Normal di Media Center Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2020). (Baca juga: Prabowo Rapikan Kerah Enzo di Akmil Magelang)

Bamsoet melanjutkan dengan kondisi saat ini maka politik juga harus didorong agar mengikuti perkembangan baru karena dunia akan mengarah kepada individualistik. "Kemajuan teknologi robotik, digitalisasi dan robotik maka suka tidak suka kita harus masuk ke sana dan waktu yang tepat menurut saya sebagai uji coba pilkada nanti harusnya kita sudah masuk kepada pilkada gaya normal baru," tuturnya.

Menurutnya, di era kenormalan baru teknis pelaksanaan pilkada seharusnya sudah tidak lagi masuk ke bilik suara, memakai tinta dan paku tetapi memakai digitalisasi. "Handphone kita (seharusnya) sudah bisa pakai barcode, jadi diharapkan para pemilih atau pemilik suara ketika diedarkan formulir pendaftaran peserta pilkada, itu sudah harus masukkan nomor teleponnya, NIK dan segala macam, langsung dapat kode barcode," katanya.

Sehingga nanti diharapkan di TPS-TPS tidak ada antrean panjang. Begitu datang langsung tinggal tempel barcodenya di suatu tiang sudah masuk pilihannya.

"Sehingga tidak perlu mengantre, duduk, nunggu masuk ke bilik suara dan kejujuran daripada upaya-upaya memainkan suara di balik bilik suara perhitungan, itu juga terhindarkan," paparnya. (Baca juga: Pengamat Nilai Dua Menteri dalam Posisi Rawan Kena Reshuffle)

Dengan cara itu, begitu pilkada dilakukan dalam hitungan menit sudah ketahuan pemenang di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). "Bagaimana caranya? Ini urusan para pemain ITE. Saya hanya melempar gagasan atau ide bahwa kenormalan baru harus juga ditandai dengan perubahan dari sistem politik dan pilihan pemilihan suara di politik dengan memakai kemajuan teknologi," kata Politikus Golkar ini.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MPR Hargai Keputusan...
MPR Hargai Keputusan SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Final Ulang Lomba Cerdas Cermat
Ketua MPR Tegaskan Final...
Ketua MPR Tegaskan Final Cerdas Cermat di Kalbar Diulang, Juri Independen
KPAI Soroti Juri Cerdas...
KPAI Soroti Juri Cerdas Cermat 4 Pilar MPR, Ingatkan Prinsip Adil dan Nondiskriminatif
Kembali atau Dijajah:...
Kembali atau Dijajah: Menjemput Nusantara Jayasempurna
MK Diminta Larang Keluarga...
MK Diminta Larang Keluarga Presiden dan Wapres Ikut Pilpres, PKS: Bagus juga untuk Pilkada
Wacana Pilkada lewat...
Wacana Pilkada lewat DPRD, Pengamat: Akibat Biaya Politik Tinggi
Deddy Corbuzier Soroti...
Deddy Corbuzier Soroti Kontroversi LCC Empat Pilar MPR, Tantang Juri Adu Pintar
Lomba Cerdas Cermat...
Lomba Cerdas Cermat MPR Diulang, SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut
Siswi SMAN 1 Pontianak...
Siswi SMAN 1 Pontianak yang Berani Protes Juri Cerdas Cermat MPR Ditawari Beasiswa ke China
Rekomendasi
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
Tata Motors Gandeng...
Tata Motors Gandeng Chery Kembangkan Mobil Listrik Mewah Avinya
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
5 Cara Mencegah Lonjakan...
5 Cara Mencegah Lonjakan Covid-19 di Momen Libur Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved