Keadilan untuk Korban Kanjuruhan
Jum'at, 14 Oktober 2022 - 12:46 WIB
loading...
A
A
A
Dugaan sementara ada ketidakcakapan penanganan kerumunan di lapangan oleh aparat yang membabi buta menembakkan gas air mata ke tengah massa yang menurut tayangan video warga tidak beringas dan relatif terkendali.
Nah, dari sini penyidikan kasus di pihak kepolisian mulai mendapatkan tekanan kuat dari publik. Ini ujian kedua kali bagi kepolisian yang sedang berupaya keras mengembalikan marwahnya yang turun drastis dihempas kasus pembunuhan Brigadir J. Kapolri sebagai pimpinan tertinggi Polri tidak punya banyak pilihan.
Bahkan cuma satu saja, yakni mengungkap menyidik hingga tuntas dari atas sampai bawah dari bawah sampai atas siapa pun yang terlibat dalam peristiwa mematikan itu.
Ruang untuk menutupi siapa yang bertanggung jawab penuh meski masih ada tapi semakin tipis. Jika itu diambil oleh Kapolri dan jajarannya, berarti Polri akan kembali terhempas hingga dasar kurva kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum paling kuat ini.
Sudah pasti Polri akan makin tersudut di pojokan ring sambil terus dihajar pukulan kanan kiri dari publik yang rindu akan keadilan. Kita tidak mau hal itu terjadi pada kepolisian.
Permohonan maaf dari aparat dan pimpinan Polri di wilyah Malang dengan bersujud beraama memang sudah seharusnya dilakukan. Tapi tidak cukup di situ. Harus diikuti penyidikan yang profesional, transparan dan akuntabel hingga tuntas memenuhi rasa keadilan bagi korban.
Nah, dari sini penyidikan kasus di pihak kepolisian mulai mendapatkan tekanan kuat dari publik. Ini ujian kedua kali bagi kepolisian yang sedang berupaya keras mengembalikan marwahnya yang turun drastis dihempas kasus pembunuhan Brigadir J. Kapolri sebagai pimpinan tertinggi Polri tidak punya banyak pilihan.
Bahkan cuma satu saja, yakni mengungkap menyidik hingga tuntas dari atas sampai bawah dari bawah sampai atas siapa pun yang terlibat dalam peristiwa mematikan itu.
Ruang untuk menutupi siapa yang bertanggung jawab penuh meski masih ada tapi semakin tipis. Jika itu diambil oleh Kapolri dan jajarannya, berarti Polri akan kembali terhempas hingga dasar kurva kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum paling kuat ini.
Sudah pasti Polri akan makin tersudut di pojokan ring sambil terus dihajar pukulan kanan kiri dari publik yang rindu akan keadilan. Kita tidak mau hal itu terjadi pada kepolisian.
Permohonan maaf dari aparat dan pimpinan Polri di wilyah Malang dengan bersujud beraama memang sudah seharusnya dilakukan. Tapi tidak cukup di situ. Harus diikuti penyidikan yang profesional, transparan dan akuntabel hingga tuntas memenuhi rasa keadilan bagi korban.
Lihat Juga :