Percepat Riset Covid-19, Indonesia Kolaborasi dengan Costa Rica
Sabtu, 04 Juli 2020 - 21:37 WIB
loading...
Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19, Ali Ghufron Mukti/ Humas Kemenristek/BRIN
A
A
A
JAKARTA - Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 KemenristekDikti melakukan kolaborasi riset terapi pengobatan virus Corona (Covid-19) dengan Instituto Clodomiro Picado (ICP) Costa Rica.
Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19, Ali Ghufron Mukti, dalam diskusi bersama Kedutaan Besar Costa Rica dan Instituto Clodomiro Picado (ICP) melalui daring pada Rabu (01/07) menjelaskan bahwa salah satu program dari konsorsium selain melaksanakan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan menghadapi COVID-19 juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak di luar negeri.
Melalui kerja sama ini diharapkan mampu mempercepat riset dalam penanganan Covid-19 serta membuka lebih banyak peluang bagi luar negeri untuk menjadi mitra strategis program riset dan inovasi Covid-19.
“Hubungan bilateral antara Republik Indonesia dan Costa Rika memiliki potensi besar yang dapat kita manfaatkan untuk bergabung di bidang riset dan pengembangan untuk memerangi pandemi yang sedang berlangsung. Melalui program Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19, kami juga membuka peluang bagi luar negeri untuk menjadi mitra strategis, karena program ini memprioritaskan transfer teknologi antar negara untuk mendukung program riset dan inovasi selama masa pandemi Covid-19,” tuturnya saat acara Discussion on COVID-19 Therapeutic Treatment Model Development in Costa Rica yang diselenggarakan Kemenristek/BRIN bersama Kementerian Luar Negeri.
Duta Besar Costa Rica di Jakarta, HE Esteban Quirós Salazar menyampaikan pentingnya kolaborasi untuk saling mendukung dalam masa pandemi ini. Beliau menambahkan bahwa keterbukaan dan saling berbagi informasi meningkatkan keberhasilan dalam riset bilateral terkait Covid-19 serta membuka peluang kerja sama di berbagai bidang ke depannya.
Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19, Ali Ghufron Mukti, dalam diskusi bersama Kedutaan Besar Costa Rica dan Instituto Clodomiro Picado (ICP) melalui daring pada Rabu (01/07) menjelaskan bahwa salah satu program dari konsorsium selain melaksanakan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan menghadapi COVID-19 juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak di luar negeri.
Melalui kerja sama ini diharapkan mampu mempercepat riset dalam penanganan Covid-19 serta membuka lebih banyak peluang bagi luar negeri untuk menjadi mitra strategis program riset dan inovasi Covid-19.
“Hubungan bilateral antara Republik Indonesia dan Costa Rika memiliki potensi besar yang dapat kita manfaatkan untuk bergabung di bidang riset dan pengembangan untuk memerangi pandemi yang sedang berlangsung. Melalui program Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19, kami juga membuka peluang bagi luar negeri untuk menjadi mitra strategis, karena program ini memprioritaskan transfer teknologi antar negara untuk mendukung program riset dan inovasi selama masa pandemi Covid-19,” tuturnya saat acara Discussion on COVID-19 Therapeutic Treatment Model Development in Costa Rica yang diselenggarakan Kemenristek/BRIN bersama Kementerian Luar Negeri.
Duta Besar Costa Rica di Jakarta, HE Esteban Quirós Salazar menyampaikan pentingnya kolaborasi untuk saling mendukung dalam masa pandemi ini. Beliau menambahkan bahwa keterbukaan dan saling berbagi informasi meningkatkan keberhasilan dalam riset bilateral terkait Covid-19 serta membuka peluang kerja sama di berbagai bidang ke depannya.
Lihat Juga :