Percepat Riset Covid-19, Indonesia Kolaborasi dengan Costa Rica
Sabtu, 04 Juli 2020 - 21:37 WIB
loading...
A
A
A
“Hal ini merupakan kesempatan yang sangat bagus, apalagi di momen yang dunia alami saat ini. Kolaborasi dan kerja sama riset sangat penting, sebab keberhasilan riset di suatu negara akan menjadi lebih baik jika saling berbagi informasi yang dimiliki. Tidak ada keraguan, saya yakin kita bisa bekerja sama dengan baik, selain mewujudkan kerja sama di bidang lain ke depannya,” ujar H.E. Esteban Quirós Salazar.
Direktur Instituto Clodomiro Picado (ICP) Costa Rika, Alberto Alape Girón mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini sedang mengembangkan antiserum Covid-19 dari plasma darah pasien. Lebih lanjut dijelaskan pengalamannya selama puluhan tahun dalam riset dan pengembangan anti racun ular dan saat ini berupaya berperan aktif dalam riset terkait Covid-19.
“Institusi kami sudah berdiri selama 50 tahun, program penelitian kami intensif mengenai ular dan racunnya untuk memproduksi anti racun ular. Jadi kami memiliki infrastruktur dan peralatan yang memadai terkait penelitian tentang antibodi. Beberapa bulan terkahir kami sedang meneliti untuk mengembangkan antibodi melalui metode plasma convalescent dari pasien Covid-19,” tutur Alberto Alape Girón.
(Baca juga: Gugus Tugas Corona Diusulkan Diganti seperti BRR Era SBY )
Antusiasme peserta terlihat dari minat melakukan pertukaran pengetahuan dan diskusi hasil yang diperoleh dari analisis ilmiah yang sedang berlangsung, terutama untuk percepatan pengembangan terapi pengobatan yang efektif untuk mencegah meluasnya wabah Covid-19.
Pada akhir Mei lalu, Indonesia telah menyatakan dukungannya terhadap prakarsa _Solidarity Call to Action_ yang diusulkan oleh pemerintah Costa Rica kepada WHO. Hal ini penting sebagai tanda dibukanya hubungan diplomatik antar kedua negara.
Direktur Instituto Clodomiro Picado (ICP) Costa Rika, Alberto Alape Girón mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini sedang mengembangkan antiserum Covid-19 dari plasma darah pasien. Lebih lanjut dijelaskan pengalamannya selama puluhan tahun dalam riset dan pengembangan anti racun ular dan saat ini berupaya berperan aktif dalam riset terkait Covid-19.
“Institusi kami sudah berdiri selama 50 tahun, program penelitian kami intensif mengenai ular dan racunnya untuk memproduksi anti racun ular. Jadi kami memiliki infrastruktur dan peralatan yang memadai terkait penelitian tentang antibodi. Beberapa bulan terkahir kami sedang meneliti untuk mengembangkan antibodi melalui metode plasma convalescent dari pasien Covid-19,” tutur Alberto Alape Girón.
(Baca juga: Gugus Tugas Corona Diusulkan Diganti seperti BRR Era SBY )
Antusiasme peserta terlihat dari minat melakukan pertukaran pengetahuan dan diskusi hasil yang diperoleh dari analisis ilmiah yang sedang berlangsung, terutama untuk percepatan pengembangan terapi pengobatan yang efektif untuk mencegah meluasnya wabah Covid-19.
Pada akhir Mei lalu, Indonesia telah menyatakan dukungannya terhadap prakarsa _Solidarity Call to Action_ yang diusulkan oleh pemerintah Costa Rica kepada WHO. Hal ini penting sebagai tanda dibukanya hubungan diplomatik antar kedua negara.
(dam)
Lihat Juga :