Survei Capres 2024: Elektabilitas Ganjar Tertinggi, Disusul Prabowo dan Anies

Minggu, 02 Oktober 2022 - 20:45 WIB
loading...
Survei Capres 2024: Elektabilitas Ganjar Tertinggi, Disusul Prabowo dan Anies
Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan elektabilitas Ganjar Pranowo sebagai Capres 2024 paling tinggi dibanding Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terbaru terkait elektabilitas calon presiden pada 2024 mendatang. Hasil survei menunjukan Ganjar Pranowo menjadi nama teratas yang dipilih sebagai Presiden selanjutnya oleh masyarakat.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungguli 18 tokoh politik lainnya dengan angka 29% diikuti Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto 19,6%. Sementara, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berada di peringkat ketiga dengan angka 17,4% disusul dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sebesar 8,7%.

"Tren terhadap Pak Prabowo turun dibanding survei sebelumnya, Anies juga sedikit turun, Ganjar naik dibanding bulan Agustus," kata Direktur Eksekutif Survei Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, Minggu (2/10/2022).

Baca juga: Ganjar Foto di Bawah Baliho Puan, Netizen: Sing Nduwur Skip

Sementara di peringkat kelima ada nama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan angka 4,1% dilanjut dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dengan angka 3%. Adapun Ketua DPR Puan Maharani masih berada di angka 1,9% mengungguli nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang berada di angka 1,8%.

"AHY juga meningkat dari 2,9% menjadi 4, Sandiaga juga naik, naiknya tipis, Puan Maharani juga naik," tuturnya.

Survei kemudian dilakukan dengan mengerucutkan tokoh menjadi 10 tokoh. Dengan memperkecil nama-nama tokoh, Ganjar Pranowo tetap berada di urutan teratas dengan angka 30%. Kemudian diikuti dengan Prabowo Subianto sebesar 22% dan Anies Baswedan pada peringat tiga dengan angka 17,7%.

(abd)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1664 seconds (11.252#12.26)