Operasi Sapta Marga Menumpas Gerakan Separatis PRRI/Permesta

Sabtu, 01 Oktober 2022 - 05:03 WIB
loading...
Operasi Sapta Marga...
PRRI Permesta tercatat sebagai pemberontakan yang dilakukan usai Indonesia diakui sebagai negara berdaulat oleh Belanda. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Operasi Sapta Marga merupakan operasi yang dilakukan TNI untuk menumpas gerakan separatisme Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Sumatera dan Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta) Sulawesi pada awal-awal kemerdekaan Indonesia pada 1950.

Dikutip dari buku berjudul “Sejarah TNI-AD, 1945-1973: Peranan TNI-AD dalam Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dinas Sejarah Militer Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat yang diterbitkan Dinas Sejarah Militer Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat. (2018)” dijelaskan pemberontakan PRRI/Permesta dilatarbelakangi ketidakpuasan daerah terhadap kebijakan pemerintah pusat.

Mereka menganggap pemerintah pusat lebih mengistimewakan pembangunan di Pulau Jawa dibandingkan dengan pulau-pulau lainnya. Beberapa tokoh seperti, Letnan Kolonel Ahmad Husein, Mr. Sjafruddin Prawiranegara, Mayor Syoe’ib, Dahlan Djambek dan sebagainya membentuk Dewan Banteng Sumatera Tengah.

Baca juga: Sejarah Pemberontakan PRRI Permesta Serta Latar Belakangnya

Berdirinya Dewan Banteng tersebut kemudian diikuti dengan pembentukan dewan serupa di berbagai daerah yakni, Dewan Gajah di Sumatera Utara pimpinan Kolonel Maludin Simbolon; Dewan Garuda di Sumatera Selatan pimpinan Letkol Barlian; dan Dewan Manguni di Sulawesi Utara dengan pimpinan Letkol Ventje Sumual. Di Sulawesi Letkol Ventje Sumual mendeklarasikan Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta).

Operasi Sapta Marga Menumpas Gerakan Separatis PRRI/Permesta


Setelah pembentukan Dewan Banteng pada 20 Desember 1956, Ketua Dewan Banteng Letkol Ahmad Husein kemudian merebut kekuasaan pemerintah daerah dari Gubernur Ruslan Muljohardjo. Letkol Ahmad Husein kemudian mendeklarasikan PRRI pada 15 Februari 1958.

Baca juga: Gagalnya Operasi CIA dalam Pemberontakan PRRI/Permesta

Sedangkan, di Sulawesi, pada 2 Maret 1957 pukul 03.00 di kediaman gubernur di Makassar, Sumual memproklamasikan keadaan perang untuk seluruh wilayah TT-VII yaitu seluruh wilayah Indonesia timur. Sumual kemudian mengumumkan Piagam Perjuangan Permesta. Pembacaan piagam dilakukan oleh Letkol Saleh Lahade, melalui Radio Makassar.

Pada waktu yang bersamaan, Panglima Tentara dan Teritorium Indonesia bagian Timur Letnan Kolonel Samual mengangkat diri sebagai penguasa perang daerah itu. Piagam itu menuntut agar keempat provinsi yang termasuk dalam TT VII, yaitu Sulawesi Selatan-Tenggara, Sulawesi Utara-Tengah, Maluku, dan Kepulauan Sunda Kecil diberi otonomi keuangan yang seluas-luasnya untuk kemakmuran di daerah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
750 Yonif Teritorial...
750 Yonif Teritorial Pembangunan, Strategi TNI Menghadapi Ancaman Baru
Momen Mengharukan Prabowo...
Momen Mengharukan Prabowo Peluk dan Cium Putra Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
TNI Segera Tindak Lanjuti...
TNI Segera Tindak Lanjuti Perintah Prabowo soal Penambahan Batalyon Kesehatan
Mutasi TNI, 9 Perwira...
Mutasi TNI, 9 Perwira Digeser ke Dewan Pertahanan Nasional
Periksa Pasukan di HUT...
Periksa Pasukan di HUT ke-80 TNI, Prabowo Berulang Kali Ucapkan Terima Kasih kepada Prajurit
Sejarah Berdirinya TNI...
Sejarah Berdirinya TNI yang Berulang Tahun ke-80 Hari Ini
Bom Mobil Meledak di...
Bom Mobil Meledak di KA Militer Pakistan, 24 Orang Tewas
Mali Kacau! Separatis...
Mali Kacau! Separatis Serang Basis Militer Seluruh Negeri, Menhan Camara Tewas
Pemberontak Baloch Mengamuk,...
Pemberontak Baloch Mengamuk, Klaim Habisi 84 Orang Pasukan Pakistan, 18 Disandera
Rekomendasi
Para Pelayat Ayatollah...
Para Pelayat Ayatollah Ali Khamenei: 'Balas Dendam, Balaskan Darah Pemimpin Kita!'
Aib Piala Dunia 2026,...
Aib Piala Dunia 2026, Joe Hart Semprot Wasit Laga Prancis vs Paraguay: Sangat Memalukan
Raja Salman dan Mohammed...
Raja Salman dan Mohammed bin Salman Sampaikan Belasungkawa Meski Tak Melayat untuk Khamenei
Berita Terkini
Fenomena Korupsi di...
Fenomena Korupsi di Era Pemerintahan Prabowo Subianto
Mardiono Optimistis...
Mardiono Optimistis PPP NTB Bangkit dan Tembus Target Pemilu 2029
Hadapi Sidang Ijazah...
Hadapi Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Galang Dana lewat Jual Buku
Tinggalkan Jabatan Kakorlantas,...
Tinggalkan Jabatan Kakorlantas, Irjen Pol Agus Suryonugroho Sampaikan Pesan Ini ke Penerusnya
TikTok PHK Massal Karyawan...
TikTok PHK Massal Karyawan Tokopedia, DPR Minta Satgas Mitigasi PHK Turun Tangan
Bukan Soal Gugatan Ditolak,...
Bukan Soal Gugatan Ditolak, Dharma Pongrekun: Perjuangan Saya Memastikan Kekuasaan Tetap Dibatasi Konstitusi
Infografis
Kalah Perang, Netanyahu...
Kalah Perang, Netanyahu Disarankan Ubah Nama Operasi Pedang Besi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved