MBG Perlu Dilanjutkan dengan Evaluasi, Perbaikan Tata Kelola, dan Efisiensi Anggaran

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:36 WIB
loading...
MBG Perlu Dilanjutkan...
Siswa SDN Jogjogan 01, Kabupaten Bogor menerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto: Dok Badan Gizi Nasional
A A A
JAKARTA - Tokoh Muda Nahdlatul Ulama (NU) Ubaidillah Amin alias Gus Ubaid buka suara menanggapi adanya pandangan dari beberapa kelompok maupun individu di Jakarta yang meminta agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan. Menurut dia, pandangan tersebut belum sepenuhnya melihat dampak langsung program MBG di lapangan.

Dia menuturkan, program MBG merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang dampaknya dirasakan oleh masyarakat bawah, khususnya di daerah. Dalam pelaksanaannya, kata dia, program ini tidak hanya memberi manfaat bagi anak-anak penerima makanan bergizi, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk petani, peternak ayam, petani sayur, peternak ikan, pelaku usaha lokal, serta tenaga kerja yang terlibat dalam rantai penyediaan makanan.

“Menurut saya, MBG bukan untuk dihentikan, melainkan terus dievaluasi dan diperbaiki. Jika ada kekurangan dalam pelaksanaan, maka yang perlu dilakukan adalah pembenahan manajemen, penguatan tata kelola, serta penyesuaian titik-titik pelaksanaan agar program ini semakin tepat sasaran,” ujar Gus Ubaid, Sabtu (13/6/2026).

Baca juga: Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG



Ia menyampaikan, pelaksanaan MBG dapat lebih diprioritaskan pada daerah-daerah yang benar-benar membutuhkan, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T, serta daerah yang masih menghadapi persoalan akses gizi. Sementara itu, pelaksanaan di kota-kota besar dapat terus dievaluasi sesuai kebutuhan dan efektivitas program.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kejagung: Sony Sanjaya...
Kejagung: Sony Sanjaya Tak Bisa Jadi Justice Collaborator Jika Menjadi Pelaku Utama
Kejagung Ungkap Siasat...
Kejagung Ungkap Siasat Curang Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Dugaan Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Dukung Program MBG,...
Dukung Program MBG, Wali Kota Tangsel: Gizi Anak Jadi Prioritas Pembangunan SDM
Misteri Garasi Dadan...
Misteri Garasi Dadan Hindayana: Setengah Abad Usianya, Modis dan Estetik Mobilnya
Rekomendasi
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Perlindungan Warga Sipil...
Perlindungan Warga Sipil Jadi Kunci Keberlanjutan Pembangunan Papua
Tak Ingin Terus Jadi...
Tak Ingin Terus Jadi Target Rudal Iran, UEA Bayar Rp53 Triliun ke Teheran
Berita Terkini
Kejagung: Sony Sanjaya...
Kejagung: Sony Sanjaya Tak Bisa Jadi Justice Collaborator Jika Menjadi Pelaku Utama
Forum ILC Jenewa, Delegasi...
Forum ILC Jenewa, Delegasi Indonesia Dorong Payung Hukum Global bagi Pekerja Digital
Suvenir Kapal Perang...
Suvenir Kapal Perang Mikasa dari Menhan Jepang untuk Presiden Prabowo
Kasus Sertifikasi K3,...
Kasus Sertifikasi K3, KPK Telusuri Aliran Uang ke Pihak Kemnaker
Menhan Jepang Temui...
Menhan Jepang Temui Presiden Prabowo di Kertanegara, Penguatan Kerja Sama Pertahanan Dibahas
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved