SBY Sebut Pemilu 2024 Berpotensi Tidak Jurdil, Begini Penjelasan Jubir Partai Demokrat

Sabtu, 17 September 2022 - 18:53 WIB
loading...
SBY Sebut Pemilu 2024 Berpotensi Tidak Jurdil, Begini Penjelasan Jubir Partai Demokrat
Jubir Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan, tidak ada pernyataan resmi terkait dengan Pemilu 2024 yang berpotensi tidak jurdil. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pernyataan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal ada tanda-tanda Pemilu 2024 akan berjalan tidak jujur dan adil (Jurdil) disebut tidak resmi.

Demikian diungkapkan oleh Juru Bicara (Jubir) Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra. Diketahui, pernyataan itu disampaikan mantan Presiden ke-6 RI ini saat Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat, 16 September 2022.

"Kalau pernyataan resmi kami tidak ada terkait hal itu, karena itu acara tertutup dan bersifat internal," ujar Herzaky kepada MNC Portal Indonesia, Sabtu, (17/9/2022).

Baca juga: Sebut Ada Tanda-tanda Pemilu 2024 Tidak Jurdil, SBY Putuskan untuk Turun Gunung

Dia pun tak ingin banyak berkomentar terkait pernyataan SBY itu. Namun dia memperbolehkan untuk mengutip pernyataan SBY yang beredar di media sosial. "Silakan dikutip yang dari akun itu saja. Tapi tidak ada kutipan resmi dari kami alias tidak ada apa pun yang bisa dikutip dari kami," tuturnya

Baca juga: AHY: Rakyat Rindu SBY karena Pertumbuhan Ekonomi Meningkat

Sebelumnya, SBY menyebutkan ada tanda-tanda Pemilu 2024 akan berjalan tidak jurdil. Oleh sebab itu, SBY berinisiatif turun gunung menghadapi pesta demokrasi tersebut. "Konon akan di Atur dalam Pemilihan presiden nanti yang hanya diinginkan oleh mereka. Dua pasangan capres dan cawapres saja yang dikehendaki oleh mereka," ujarnya dalam video akun tiktok Partai Demokrat.

Dari informasi yang dia peroleh, Partai Demokrat juga tidak akan diberikan kesempatan mengajukan capres dan cawapres. Hal itu karena Partai Demokrat oposisi. Termasuk juga dengan partai lainnya yang berkoalisi dengan Demokrat.

"Jahat bukan? Menginjak injak hak rakyat bukan? Pikiran seperti itu batil, itu bukan hak mereka, pemilu adalah hak rakyat, hak untuk memilih dan hak untuk dipilih, yang berdaulat juga Rakyat. Dan ingat selama sepuluh tahun dulu, kita di pemerintahan dua kali menyelenggarakan pemilu termasuk pilpres. Demokrat tidak pernah melakukan kebatilan seperti itu," pungkas SBY. (Irfan Maulana/MPI)
(cip)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1760 seconds (11.210#12.26)