AHY: Rakyat Rindu SBY karena Pertumbuhan Ekonomi Meningkat
Kamis, 15 September 2022 - 17:50 WIB
loading...
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut ada rakyat Indonesia yang rindu dengan kepemimpinan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut ada rakyat Indonesia yang rindu dengan kepemimpinan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). AHY pun membeberkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dia mengklaim, pertumbuhan ekonomi meningkat rata-rata 6-7% di masa kepemimpinan SBY.
"Ada yang rindu SBY? Ada. Ada lagunya itu, rindu serindu-rindunya. Apa yang rakyat rindukan? Meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Rata-rata tumbuh 6-7%. Alhamdulillah. Ini yang rakyat rindukan. Ekonomi. Bagaimana maju sebagai negara," ujar AHY saat pidato pembukaan Rapimnas Partai Demokrat di JCC, Jakarta Pusat, Kamis (15/9/2022).
Ketika ayahnya menjadi presiden, kata AHY, pendapatan perkapita Indonesia saat itu meningkat 3,5 kali lipat. Baginya, hal itu menandakan rakyat Indonesia hidup sejahtera.
Baca juga: AHY Tak Terima Anggapan Elektabilitas Partai Demokrat Naik Karena Moeldoko
"Kita lihat juga angka kemiskinan bagaimana saat itu? 8,6 juta orang keluar dari kemiskinan. Angkanya menurun 5,8%. Setiap peningkatan 1% pertumbuhan ekonomi akan membuka 2 juta lapangan pekerjaan," jelasnya.
"Ada yang rindu SBY? Ada. Ada lagunya itu, rindu serindu-rindunya. Apa yang rakyat rindukan? Meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Rata-rata tumbuh 6-7%. Alhamdulillah. Ini yang rakyat rindukan. Ekonomi. Bagaimana maju sebagai negara," ujar AHY saat pidato pembukaan Rapimnas Partai Demokrat di JCC, Jakarta Pusat, Kamis (15/9/2022).
Ketika ayahnya menjadi presiden, kata AHY, pendapatan perkapita Indonesia saat itu meningkat 3,5 kali lipat. Baginya, hal itu menandakan rakyat Indonesia hidup sejahtera.
Baca juga: AHY Tak Terima Anggapan Elektabilitas Partai Demokrat Naik Karena Moeldoko
"Kita lihat juga angka kemiskinan bagaimana saat itu? 8,6 juta orang keluar dari kemiskinan. Angkanya menurun 5,8%. Setiap peningkatan 1% pertumbuhan ekonomi akan membuka 2 juta lapangan pekerjaan," jelasnya.
Lihat Juga :