Politik Uang di Pilkada, Pemilih Lebih Pilih Duit Dibanding Barang
Kamis, 02 Juli 2020 - 19:41 WIB
loading...
Dari jenis politik uang yang diinginkan, sebagian besar responden ingin dalam bentuk uang tunai. FOTO/ILUSTRASI/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Sindikasi Pemilu dan Demokrasi melakukan survei di tiga wilayah yakni Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Di Kalimantan sebanyak 62,95%, Jawa 60%, dan Kalimantan 64,77% responden mengaku masih akan menerima politik uang di Pilkada 2020 .
Dari jenis politik uang yang diinginkan, sebagian besar responden ingin dalam bentuk uang tunai. Di Sumatera 64,26%, Jawa 76,14%, dan Kalimantan 67,72% responden lebih memilih duit.
"Ini dilatarbelakangi alasan praktis dan dapat dialokasi sesuai kebutuhan si pemilih. Tentu saja ini juga pastinya linear dengan keinginan si calon pemberi jika ingin menawari. Mudah dan simpel," kata Peneliti Senior Sindikasi Pemilu dan Demokrasi, Dian Permata dalam diskusi online bertajuk Politik Uang di Pilkada 2020: Madu vs Racun, Kamis (2/7/2020).(Baca juga: Survei: Rezeki Tak Boleh Ditolak Jadi Alasan Terima Politik Uang )
Dia mengatakan, nominal yang diinginkan responden pun bervariasi. Untuk Wilayah Jawa sebanyak 64,18% memilih besaran uang di atas Rp101.000. Lalu 25,37% memilih besaran antara Rp51.000-Rp100.000. Sebanyak 10,45% memilih nominal kurang dari Rp50.000.
Sementara untuk wilayah Sumatera sebanyak 22,47% responden memilih nominal di atas Rp101.000. Kemudian sebagian besar responden yakni 53,37% memilih nominal antara Rp51.000-Rp100.000. Responden yang memilih nominal di bawah Rp50.000 sebanyak 24,16%.
"Di Kalimantan sebanyak 39,90% memilih uang tunai di atas Rp101.000. Untuk yang memilih nominal antara Rp51.000-Rp100.00 sebanyak 30,57%. Kemudian 29,53 responden memilih nominal di bawah Rp50.000," katanya.
Dian melanjutkan, di Sumatera sebanyak 35,74% responden memilih dalam bentuk barang. Dari jumlah tersebut 52,53% di antaranya ingin dalam bentuk sembako. Sebanyak 32,32% dalam bentuk bibit/pupuk/alat pertanian dan bibit/pakan/alat perikanan. Sisanya 11,11% dalam bentuk lainnya dan 4,04% tidak tahu/tidak jawab.(Baca juga: 60% Responden di Tiga Wilayah Pilkada Ini Masih Akan Terima Politik Uang )
Dari jenis politik uang yang diinginkan, sebagian besar responden ingin dalam bentuk uang tunai. Di Sumatera 64,26%, Jawa 76,14%, dan Kalimantan 67,72% responden lebih memilih duit.
"Ini dilatarbelakangi alasan praktis dan dapat dialokasi sesuai kebutuhan si pemilih. Tentu saja ini juga pastinya linear dengan keinginan si calon pemberi jika ingin menawari. Mudah dan simpel," kata Peneliti Senior Sindikasi Pemilu dan Demokrasi, Dian Permata dalam diskusi online bertajuk Politik Uang di Pilkada 2020: Madu vs Racun, Kamis (2/7/2020).(Baca juga: Survei: Rezeki Tak Boleh Ditolak Jadi Alasan Terima Politik Uang )
Dia mengatakan, nominal yang diinginkan responden pun bervariasi. Untuk Wilayah Jawa sebanyak 64,18% memilih besaran uang di atas Rp101.000. Lalu 25,37% memilih besaran antara Rp51.000-Rp100.000. Sebanyak 10,45% memilih nominal kurang dari Rp50.000.
Sementara untuk wilayah Sumatera sebanyak 22,47% responden memilih nominal di atas Rp101.000. Kemudian sebagian besar responden yakni 53,37% memilih nominal antara Rp51.000-Rp100.000. Responden yang memilih nominal di bawah Rp50.000 sebanyak 24,16%.
"Di Kalimantan sebanyak 39,90% memilih uang tunai di atas Rp101.000. Untuk yang memilih nominal antara Rp51.000-Rp100.00 sebanyak 30,57%. Kemudian 29,53 responden memilih nominal di bawah Rp50.000," katanya.
Dian melanjutkan, di Sumatera sebanyak 35,74% responden memilih dalam bentuk barang. Dari jumlah tersebut 52,53% di antaranya ingin dalam bentuk sembako. Sebanyak 32,32% dalam bentuk bibit/pupuk/alat pertanian dan bibit/pakan/alat perikanan. Sisanya 11,11% dalam bentuk lainnya dan 4,04% tidak tahu/tidak jawab.(Baca juga: 60% Responden di Tiga Wilayah Pilkada Ini Masih Akan Terima Politik Uang )
Lihat Juga :