Survei: Rezeki Tak Boleh Ditolak Jadi Alasan Terima Politik Uang

Kamis, 02 Juli 2020 - 18:23 WIB
loading...
Survei: Rezeki Tak Boleh...
Dari survei ditemukan rata-rata 60% responden tetap akan menerima politik uang yang ditawarkan oleh kandidat/tim pemenangan/konsultan politik. FOTO/ILUSTRASI/IST
A A A
JAKARTA - Sindikasi Pemilu dan Demokrasi melakukan survei terkait dengan politik uang di tiga wilayah yakni Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Dari survei tersebut ditemukan rata-rata 60% responden tetap akan menerima politik uang yang ditawarkan oleh kandidat/tim pemenangan/konsultan politik.

"Alasan mereka menerima itu beragam. Seperti rezeki yang tidak boleh ditolak. Lalu sebagai ongkos coblosan dan sebagai pengganti pendapatan lantaran tidak bekerja pada pada hari itu. Sebagai tambahan untuk kebutuhan dapur dan mencukupi kebutuhan sehari-hari," kata peneliti senior Sindikasi Pemilu dan Demokrasi, Dian Permata dalam diskusi online bertajuk Politik Uang di Pilkada 2020: Madu vs Racun, Kamis (2/7/2020).

Dia mengungkapkan, sebanyak 62,95% responden di Sumatera masih akan menerima politik uang. Dari persentase tersebut, 34,66% responden menyebut politik uang merupakan rezeki yang tidak boleh ditolak. "Lalu responden di Sumatera yang menganggap politik uang sebagai pengganti karena tidak bekerja saat pencoblosan berjumlah 24,55%. Sementara responden yang menerima karena alasan untuk keperluan sehari-hari sebanyak 16,25%. Responden dengan alasan lainnya 13% dan yang tidak tahu/tidak jawab 11,55%," katanya.(Baca juga: 60% Responden di Tiga Wilayah Pilkada Ini Masih Akan Terima Politik Uang )

Sementara di wilayah Pulau Jawa sebanyak 60% responden mengaku akan menerima politik uang saat pilkada. Dari jumlah tersebut, 45,83% responden yang menerima karena rezeki tidak boleh ditolak. Sementara responden yang menganggap sebagai pengganti karena tidak bekerja saat pencoblosan sebanyak 29,17%.

"Sebanyak 9,09% responden beralasan bahwa politik uang yang diterima dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari. Lalu 5,30% memiliki alasan lain. Sementara 10,61% tidak menjawab/tidak tahu," tuturnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Boni Hargens: Transformasi...
Boni Hargens: Transformasi Polri Harus Dinilai Secara Komprehensif, Bukan dari Satu Indeks
Usai Putusan MK, Irman...
Usai Putusan MK, Irman Gusman: Saatnya Akhiri Debat Prosedural, Fokus pada Kualitas Demokrasi Daerah
PDIP: Tingginya Biaya...
PDIP: Tingginya Biaya Politik Tuntas dengan Perbaikan Regulasi, Bukan Pilkada Tak Langsung
Survei Puspoll Indonesia:...
Survei Puspoll Indonesia: Lebih dari 80 Persen Masyarakat Dukung Pilkada Langsung
Pakar Hukum: Konsep...
Pakar Hukum: Konsep Presisi Jadi Kunci Meningkatnya Kepercayaan Publik kepada Polri
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Survei Nasional: 83,7...
Survei Nasional: 83,7 Persen Publik Puas Kinerja Pertamina
Gebrakan Pelindo Diapresiasi,...
Gebrakan Pelindo Diapresiasi, Hasil Survei: 85% Lebih Pelanggan Puas
Mengejutkan! Konsumen...
Mengejutkan! Konsumen Usia 55 Tahun ke Atas Tertinggi Adopsi AI
Rekomendasi
Bos DJP soal Libatkan...
Bos DJP soal Libatkan Babinsa Awasi Pajak: Tak Perlu Digoreng-goreng
9 Kementerian dan Lembaga...
9 Kementerian dan Lembaga yang Buka Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Jadi CPNS
Dorong Transformasi...
Dorong Transformasi Berkelanjutan, TelkomGroup Resmi Gelar Culture Festival 2026
Berita Terkini
OTT di Lombok Barat,...
OTT di Lombok Barat, KPK Sita Barang Bukti Rp9,06 Miliar
Kemendagri Kawal Penanganan...
Kemendagri Kawal Penanganan Tuberkulosis dalam RPJMD, RKPD, hingga APBD
Sangkal Isu Reshuffle,...
Sangkal Isu Reshuffle, Mensesneg: Evaluasi Tak Selalu Berujung Pergantian Menteri
Dukungan Publik Jadi...
Dukungan Publik Jadi Kunci Kejagung Tuntaskan Kasus Febrie Adriansyah
Mensesneg Ungkap Anggaran...
Mensesneg Ungkap Anggaran MBG Berpotensi Turun usai Validasi Data
Kejagung Terbitkan Sprindik...
Kejagung Terbitkan Sprindik Baru, Imigrasi Pastikan Pencekalan Febrie Adriansyah Tetap Berlaku
Infografis
Kwik Kian Gie, Ekonom...
Kwik Kian Gie, Ekonom yang Lantang Suarakan Indonesia Tak Boleh Tergantung IMF
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved