Mengelola Daya Beli dalam Pusaran Inflasi
Rabu, 14 September 2022 - 15:01 WIB
loading...
A
A
A
Kebijakan Fiskal yang Komprehensif
Proses pemulihan ekonomi Indonesia, setelah terdampak pandemi, sedang berjalan dengan capaian yang sangat baik. Perkembangan sejumlah indikator ekonomi sudah berada di jalur yang benar, pun pemulihan ekonomi yang dirasakan masyarakat mulai menggeliat. Survei Konsumen Bank Indonesia Juni 2022 mengindikasikan bahwa optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat. Rata-rata IKK triwulan II 2022 tercatat sebesar 123,4, lebih tinggi dari 114,6 pada triwulan I 2022. Peningkatan tersebut didorong oleh optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini pada semua aspek, yaitu ketersediaan lapangan kerja, kegiatan usaha, dan penghasilan.
Kebijakan pemerintah saat ini, tidak hanya fokus pada menahan dan bahkan menambah daya beli masyarakat, melalui BLT kepada masyarakat terdampak, hal yang sama juga dilakukan oleh pemda, sehingga cakupan akan semakin luas. Konsepsi ini adalah menjaga daya beli masyarakat, terutama untuk membeli produk-produk UMKM yang ada disekitar wilayahnya. Bagaimana jika lokasi jauh?
Maka pemerintah (kementrian atau dinas di daerah) bisa menciptakan pasar dadakan (seperti pasar rakyat) yang berpindah-pindah dengan menjual produk UMKM yang ada di wilayah tersebut. Secara umum, pemerintah menjaga daya beli, mendukung peningkatan produksi serta mempertemukan mereka di pasar yang disiapkan oleh pemerintah, sebagai kebeijakan fiskal yang komprehensif (menjaga supply, menjaga daya beli serta menciptakan pasar).
Berjalan di tengah badai inflasi bukanlah hal mudah. Pemerintah (baik pusat dan daerah) serta Bank Indonesia, perlu terus berkomitmen untuk memperkuat sinergi agar inflasi tetap terjaga sesuai kisaran sasarannya. Informasi dan ekspektasi yang positif terhadap perekonomian, akan mendorong masyarakat mematuhi kebijakan yang diambil pemerintah.
Sangat pemerintah tampil didepan dan menyatakan bahwa pemerintah betul-betul menjaga kesejahteraan masyarakat, tidak perlu ada panic buying tetap terus bergotong royong, kegiatan-kegiatan yang sifatnya membantu masyarakat lain, perlu terus digalakkan. Bagi masyarakat Indonesia, ini bukan yang pertama yang dihadapi, bangsa ini sudah teruji dan akan terus menjadi lebih baik, dan berkesinambungan menuju Indonesia Maju. Semoga.
Baca berita menarik lainnya di e-paper koran-sindo.com
Proses pemulihan ekonomi Indonesia, setelah terdampak pandemi, sedang berjalan dengan capaian yang sangat baik. Perkembangan sejumlah indikator ekonomi sudah berada di jalur yang benar, pun pemulihan ekonomi yang dirasakan masyarakat mulai menggeliat. Survei Konsumen Bank Indonesia Juni 2022 mengindikasikan bahwa optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat. Rata-rata IKK triwulan II 2022 tercatat sebesar 123,4, lebih tinggi dari 114,6 pada triwulan I 2022. Peningkatan tersebut didorong oleh optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini pada semua aspek, yaitu ketersediaan lapangan kerja, kegiatan usaha, dan penghasilan.
Kebijakan pemerintah saat ini, tidak hanya fokus pada menahan dan bahkan menambah daya beli masyarakat, melalui BLT kepada masyarakat terdampak, hal yang sama juga dilakukan oleh pemda, sehingga cakupan akan semakin luas. Konsepsi ini adalah menjaga daya beli masyarakat, terutama untuk membeli produk-produk UMKM yang ada disekitar wilayahnya. Bagaimana jika lokasi jauh?
Maka pemerintah (kementrian atau dinas di daerah) bisa menciptakan pasar dadakan (seperti pasar rakyat) yang berpindah-pindah dengan menjual produk UMKM yang ada di wilayah tersebut. Secara umum, pemerintah menjaga daya beli, mendukung peningkatan produksi serta mempertemukan mereka di pasar yang disiapkan oleh pemerintah, sebagai kebeijakan fiskal yang komprehensif (menjaga supply, menjaga daya beli serta menciptakan pasar).
Berjalan di tengah badai inflasi bukanlah hal mudah. Pemerintah (baik pusat dan daerah) serta Bank Indonesia, perlu terus berkomitmen untuk memperkuat sinergi agar inflasi tetap terjaga sesuai kisaran sasarannya. Informasi dan ekspektasi yang positif terhadap perekonomian, akan mendorong masyarakat mematuhi kebijakan yang diambil pemerintah.
Sangat pemerintah tampil didepan dan menyatakan bahwa pemerintah betul-betul menjaga kesejahteraan masyarakat, tidak perlu ada panic buying tetap terus bergotong royong, kegiatan-kegiatan yang sifatnya membantu masyarakat lain, perlu terus digalakkan. Bagi masyarakat Indonesia, ini bukan yang pertama yang dihadapi, bangsa ini sudah teruji dan akan terus menjadi lebih baik, dan berkesinambungan menuju Indonesia Maju. Semoga.
Baca berita menarik lainnya di e-paper koran-sindo.com
(bmm)
Lihat Juga :