Stunting dari Perspektif Kedokteran Gigi
Senin, 12 September 2022 - 07:06 WIB
loading...
A
A
A
Kondisi kekurangan gizi atau malnutrisi kronis dapat menyebabkan gangguan perkembangan kelenjar saliva atau kelenjar ludah. Kelenjar saliva akan mengalami atrofi, sehingga berdampak pada penurunan laju aliran saliva, mengurangi efek buffer saliva dan penurunan kemampuan self cleansing, sehingga meningkatkan risiko terjadinya karies atau gigi berlubang pada anak. Laju aliran saliva memiliki hubungan secara langsung dengan terjadinya karies melalui oral clearance yang membantu menyingkirkan patogen (virus, bakteria, jamur) dari gigi dan permukaan mukosa.
Buffer berfungsi menetralisir pH setelah makan dan meminimalkan waktu untuk terjadinya demineralisasi. WHO telah menyatakan bahwa karies merupakan masalah kesehatan yang bersifat global, banyak ditemukan di sebagian besar wilayah negara-negara di dunia, baik negara maju maupun negara berkembang. Karies gigi merupakan penyakit gigi dan mulut yang paling banyak ditemukan pada anak-anak.
Prevalensi karies diketahui 7 kali lebih tinggi dibanding rhinitis alergika, dan 5 kali lebih tinggi dibanding asma. Karies gigi pada anak yang tidak dirawat akan menyebabkan beberapa hal yang tidak menguntungkan, di antaranya, timbulnya rasa sakit dan tidak nyaman, sehingga dapat menimbulkan gangguan asupan nutrisi karena anak malas makan.
Bila berlangsung dalam waktu yang lama, maka akan terjadi gangguan tumbuh kembang pada anak. Kondisi terganggunya psikomotorik serta intelektual dari efek stunting pada anak, dapat mengakibatkan kesulitan menyikat gigi sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya karies gigi, akibat akumulasi plak.
Malnutrisi pada masa kehamilan, juga berhubungan dengan terjadinya karies gigi. Kekurangan vitamin A, vitamin D, unsur makro dan mikronutrien, akan memengaruhi integritas gigi sulung anaknya kelak. Kelainan struktur gigi yaitu hipoplasia berpotensi meningkatkan risiko terjadinya karies akibat meningkatnya proses demineralisasi dari enamel protektif yang tipis.
Stunting dan Erupsi Gigi yang Terlambat
Buffer berfungsi menetralisir pH setelah makan dan meminimalkan waktu untuk terjadinya demineralisasi. WHO telah menyatakan bahwa karies merupakan masalah kesehatan yang bersifat global, banyak ditemukan di sebagian besar wilayah negara-negara di dunia, baik negara maju maupun negara berkembang. Karies gigi merupakan penyakit gigi dan mulut yang paling banyak ditemukan pada anak-anak.
Prevalensi karies diketahui 7 kali lebih tinggi dibanding rhinitis alergika, dan 5 kali lebih tinggi dibanding asma. Karies gigi pada anak yang tidak dirawat akan menyebabkan beberapa hal yang tidak menguntungkan, di antaranya, timbulnya rasa sakit dan tidak nyaman, sehingga dapat menimbulkan gangguan asupan nutrisi karena anak malas makan.
Bila berlangsung dalam waktu yang lama, maka akan terjadi gangguan tumbuh kembang pada anak. Kondisi terganggunya psikomotorik serta intelektual dari efek stunting pada anak, dapat mengakibatkan kesulitan menyikat gigi sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya karies gigi, akibat akumulasi plak.
Malnutrisi pada masa kehamilan, juga berhubungan dengan terjadinya karies gigi. Kekurangan vitamin A, vitamin D, unsur makro dan mikronutrien, akan memengaruhi integritas gigi sulung anaknya kelak. Kelainan struktur gigi yaitu hipoplasia berpotensi meningkatkan risiko terjadinya karies akibat meningkatnya proses demineralisasi dari enamel protektif yang tipis.
Stunting dan Erupsi Gigi yang Terlambat
Lihat Juga :