Tata Kelola Elpiji Sarat Penyelewengan
Rabu, 07 September 2022 - 16:54 WIB
loading...
A
A
A
Untuk melepaskan diri dari masalah laten elpiji mestinya pemerintah secara progresif membangun infrastruktur jaringan pipa distribusi gas alam untuk keperluan rumah tangga. Langkah progresif itu merupakan solusi mendasar.
Sebaiknya pemerintah mempercepat program kompor DME dengan cara proyek hilirisasi batubara. Nilai proyek hilirisasi batubara untuk sebuah perusahaan pertambangan membutuhkan investasi hingga Rp33 triliun. Program hilirisasi diproyeksikan menjadi salah satu energi alternatif pengganti elpiji sebagai energi rumah tangga.
Dari sisi lingkungan, penggunaan DME lebih baik dibanding elpiji karena mudah terurai di udara dan meminimalisasi gas rumah kaca hingga 20%. DME adalah bahan bakar multi source dan dapat diproduksi dari banyak sumber, di antaranya dari gas alam, batubara, limbah plastik, limbah kertas, limbah pabrik gula, dan biomassa.
Karena gas karbon monoksida dan hidrogen (disebut syngas) sebagai bahan baku DME maupun metanol bisa dihasilkan dari reaksi gas metana dengan uap air, maka bisa dikatakan Indonesia memiliki potensi menjadi produsen DME terkemuka dunia karena memiliki cadangan gas alam termasuk metan yang sangat besar.
Program penggunaan kompor induksi dari PT PLN (Persero) perlu digencarkan untuk mengatasi dua masalah sekaligus, yakni persoalan over supply listrik, dan mengurangi beban APBN dikarenakan impor elpiji.
Perlu sosialisasi oleh PLN kepada masyarakat dengan tepat. Dengan begitu, akan memudahkan masyarakat untuk menyadari bahwa kompor induksi lebih efisien dalam mengonsumsi energi untuk keperluan di dapur.
Program PLN terkait dengan penggunaan 15 juta kompor induksi untuk pelanggan PLN jangan angin-anginan dan perlu dipercepat. Program kompor induksi akan menambah beban untuk pembangkit PLN sebesar 6,3 Gigawatt (GW). Artinya, program ini selain mengurangi impor energi, juga sekaligus mengurangi subsidi, serta menyelesaikan masalah over supply.
Baca berita menarik lainnya di e-paper koran-sindo.com
Sebaiknya pemerintah mempercepat program kompor DME dengan cara proyek hilirisasi batubara. Nilai proyek hilirisasi batubara untuk sebuah perusahaan pertambangan membutuhkan investasi hingga Rp33 triliun. Program hilirisasi diproyeksikan menjadi salah satu energi alternatif pengganti elpiji sebagai energi rumah tangga.
Dari sisi lingkungan, penggunaan DME lebih baik dibanding elpiji karena mudah terurai di udara dan meminimalisasi gas rumah kaca hingga 20%. DME adalah bahan bakar multi source dan dapat diproduksi dari banyak sumber, di antaranya dari gas alam, batubara, limbah plastik, limbah kertas, limbah pabrik gula, dan biomassa.
Karena gas karbon monoksida dan hidrogen (disebut syngas) sebagai bahan baku DME maupun metanol bisa dihasilkan dari reaksi gas metana dengan uap air, maka bisa dikatakan Indonesia memiliki potensi menjadi produsen DME terkemuka dunia karena memiliki cadangan gas alam termasuk metan yang sangat besar.
Program penggunaan kompor induksi dari PT PLN (Persero) perlu digencarkan untuk mengatasi dua masalah sekaligus, yakni persoalan over supply listrik, dan mengurangi beban APBN dikarenakan impor elpiji.
Perlu sosialisasi oleh PLN kepada masyarakat dengan tepat. Dengan begitu, akan memudahkan masyarakat untuk menyadari bahwa kompor induksi lebih efisien dalam mengonsumsi energi untuk keperluan di dapur.
Program PLN terkait dengan penggunaan 15 juta kompor induksi untuk pelanggan PLN jangan angin-anginan dan perlu dipercepat. Program kompor induksi akan menambah beban untuk pembangkit PLN sebesar 6,3 Gigawatt (GW). Artinya, program ini selain mengurangi impor energi, juga sekaligus mengurangi subsidi, serta menyelesaikan masalah over supply.
Baca berita menarik lainnya di e-paper koran-sindo.com
(bmm)
Lihat Juga :