5 Pahlawan Kemerdekaan yang Berasal dari Papua, Salah Satunya Ada di Uang Rp10.000
loading...

Sedikitnya ada lima pahlawan kemerdekaan yang berasal dari Papua. Foto Dok Ist
A
A
A
JAKARTA - Sedikitnya ada lima pahlawan kemerdekaan yang berasal dari Papua . Bahkan salah satunya terpampang jelas dalam lembaran uang kertas Rp10.000.
Pahlawan nasional merupakan sosok berjasa untuk tercapainya kemerdekaan Indonesia. Mereka berjuang di berbagai wilayah termasuk juga di tanah Papua.
Baca juga : Mengenang 4 Pahlawan Nasional dari Tanah Papua
Berikut lima pahlawan kemerdekaan yang berasal dari papua dilansir dari berbagai sumber :
1. Johannes Abraham Dimara
Johannes Abraham Dimara lahir pada 16 April 1916 di Korem, Biak Utara. Mayor TNI ini sempat ikut serta dalam memperjuangkan pengembalian wilayah Irian Barat ke tangan RI.
Berkat usahanya ini dia sempat diangkat menjadi ketua Organisasi Pembebasan Irian Barat (OPI). Johannes juga sempat tertangkap oleh Belanda yang kemudian dibebaskan pada tahun 1960.
Ketika operasi Trikora terbentuk dalam rangka pengembalian Irian Barat, Johannes sempat menjadi delegasi Indonesia bersama Menteri Luar Negeri.
Pahlawan asal Papua ini tutup usia pada 20 Oktober 2000. Berkat kontribusinya dia mendapat penghargaan dari pemerintah berupa Satya Lencana Perang Kemerdekaan Kesatuan dan Satyalancana Bhakti dan dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2011.
2. Frans Kaisiepo
Sosok ini mungkin sudah banyak orang yang mengenalnya karena terdapat dalam uang kertas pecahan Rp10.000 yang masih digunakan hingga saat ini.
Pahlawan kelahiran Wardok, Biak Papua pada 10 Oktober 1921 ini sempat terlibat dalam Konferensi Malino tahun 1946. Hal tersebut membahas tentang pembentukan Republik Indonesia Serikat (RIS) dan mengusulkan nama Irian yang berarti "panas" dalam bahasa Biak.
Frans juga sempat menggelar upacara kemerdekaan pada tanggal 31 Agustus 1945 setelah Proklamasi dicetuskan. Jabatan Gubernur Papua juga sempat dijabatnya pada tahun 1964-1973.
Mantan Gubernur Papua ini meninggal pada 10 April 1979 dan untuk mengenang jasanya nama Frans Kaisiepo diabadikan sebagai nama Bandara Udara di Biak. Frans Kaisiepo ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada tanggal 14 September 1993.
3. Machmud Singgirei Rumagesan
Pria kelahiran 27 Desember 1885 di Kokas, Fakfak, Papua Barat ini sempat ditunjuk sebagai kepala distrik kokas oleh kolonial Belanda. Namun dia justru menolak dan sempat menentang maskapai minyak Belanda agar tidak berlalu semena-mena dalam mempekerjakan penduduk pribumi.
Sikapnya yang berani membuatnya sering dimasukkan ke tahanan. Sepanjang kekuasaan Belanda di Indonesia Rumangesan telah banyak mencicipi penjara mulai dari di pelosok Papua hingga ke Makassar.
Machmud Singgirei Rumagesan kemudian mendirikan Organisasi Pembebasan Irian Barat di Makassar bernama Gerakan Tjenderawasi Revolusioner Irian Barat (GTRIB) pada 1953 untuk membantu pemerintah Indonesia merebut Irian Barat dari tangan Belanda.
Dia juga sempat diangkat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung sekaligus yang pertama di Papua. Bahkan Presiden Soekarno sempat menjulukinya Si Jago Tua dari Irian Barat karena vokalnya dia dalam melawan Belanda. Rumangsean pada akhirnya tutup usia pada 5 Juli 1964.
Baca juga : Teladani Sikap Pahlawan untuk Jadi Pahlawan Masa Depan
4. Marthen Indey
Putra Papua satu ini lahir pada 14 Maret 1912 di Doromena, Papua. Dia sebelumnya menjabat sebagai polisi Belanda, namun pada akhirnya dia mendukung Indonesia setelah tahanan politik di Dugul.
Pergerakannya dimulai dengan bergabung bersama Komite Indonesia Merdeka (KIM) yang kemudian dikenal dengan sebutan Partai Indonesia Merdeka (PIM). Dia dan beberapa kepala suku di Papua menyampaikan orasinya terkait Belanda yang berencana memisahkan Irian Barat dari Indonesia.
Karena itu Marthen sempat tertangkap dan masuk penjara di Dugul selama tiga tahun. Dalam masa perjuangannya dia sempat menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara tahun 1963 sampai 1968.
Marthen Indey pada akhirnya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah RI pada tanggal 14 September 1993.
5. Silas Papare
Lahir di Serui pada 18 Desember 1918, dia merupakan pejuang Papua yang sempat ditangkap dan dipenjarakan di Jayapura karena mempengaruhi Batalyon Papua untuk memberontak terhadap Belanda.
Silas Papare dalam sejarahnya pernah mendirikan Badan Perjuangan Irian di Yogyakarta untuk membantu pemerintah Republik Indonesia memasukkan Irian Barat ke dalam wilayah NKRI pada tahun 1949.
Presiden Soekarno juga sempat memintanya menjadi salah satu seorang delegasi Indonesia dalam New York Agreement yang ditandatangani pada 15 Agustus 1962, yang mengakhiri konfrontasi Indonesia dengan Belanda dalam sengketa Irian Barat. Setelah penyatuan Irian Barat.
Bersamaan dengan Marthen Indey dan Frans Kaisiepo dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional Republik Indonesia pada tanggal 14 September 1993.
Pahlawan nasional merupakan sosok berjasa untuk tercapainya kemerdekaan Indonesia. Mereka berjuang di berbagai wilayah termasuk juga di tanah Papua.
Baca juga : Mengenang 4 Pahlawan Nasional dari Tanah Papua
Berikut lima pahlawan kemerdekaan yang berasal dari papua dilansir dari berbagai sumber :
1. Johannes Abraham Dimara
Johannes Abraham Dimara lahir pada 16 April 1916 di Korem, Biak Utara. Mayor TNI ini sempat ikut serta dalam memperjuangkan pengembalian wilayah Irian Barat ke tangan RI.
Berkat usahanya ini dia sempat diangkat menjadi ketua Organisasi Pembebasan Irian Barat (OPI). Johannes juga sempat tertangkap oleh Belanda yang kemudian dibebaskan pada tahun 1960.
Ketika operasi Trikora terbentuk dalam rangka pengembalian Irian Barat, Johannes sempat menjadi delegasi Indonesia bersama Menteri Luar Negeri.
Pahlawan asal Papua ini tutup usia pada 20 Oktober 2000. Berkat kontribusinya dia mendapat penghargaan dari pemerintah berupa Satya Lencana Perang Kemerdekaan Kesatuan dan Satyalancana Bhakti dan dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2011.
2. Frans Kaisiepo
Sosok ini mungkin sudah banyak orang yang mengenalnya karena terdapat dalam uang kertas pecahan Rp10.000 yang masih digunakan hingga saat ini.
Pahlawan kelahiran Wardok, Biak Papua pada 10 Oktober 1921 ini sempat terlibat dalam Konferensi Malino tahun 1946. Hal tersebut membahas tentang pembentukan Republik Indonesia Serikat (RIS) dan mengusulkan nama Irian yang berarti "panas" dalam bahasa Biak.
Frans juga sempat menggelar upacara kemerdekaan pada tanggal 31 Agustus 1945 setelah Proklamasi dicetuskan. Jabatan Gubernur Papua juga sempat dijabatnya pada tahun 1964-1973.
Mantan Gubernur Papua ini meninggal pada 10 April 1979 dan untuk mengenang jasanya nama Frans Kaisiepo diabadikan sebagai nama Bandara Udara di Biak. Frans Kaisiepo ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada tanggal 14 September 1993.
3. Machmud Singgirei Rumagesan
Pria kelahiran 27 Desember 1885 di Kokas, Fakfak, Papua Barat ini sempat ditunjuk sebagai kepala distrik kokas oleh kolonial Belanda. Namun dia justru menolak dan sempat menentang maskapai minyak Belanda agar tidak berlalu semena-mena dalam mempekerjakan penduduk pribumi.
Sikapnya yang berani membuatnya sering dimasukkan ke tahanan. Sepanjang kekuasaan Belanda di Indonesia Rumangesan telah banyak mencicipi penjara mulai dari di pelosok Papua hingga ke Makassar.
Machmud Singgirei Rumagesan kemudian mendirikan Organisasi Pembebasan Irian Barat di Makassar bernama Gerakan Tjenderawasi Revolusioner Irian Barat (GTRIB) pada 1953 untuk membantu pemerintah Indonesia merebut Irian Barat dari tangan Belanda.
Dia juga sempat diangkat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung sekaligus yang pertama di Papua. Bahkan Presiden Soekarno sempat menjulukinya Si Jago Tua dari Irian Barat karena vokalnya dia dalam melawan Belanda. Rumangsean pada akhirnya tutup usia pada 5 Juli 1964.
Baca juga : Teladani Sikap Pahlawan untuk Jadi Pahlawan Masa Depan
4. Marthen Indey
Putra Papua satu ini lahir pada 14 Maret 1912 di Doromena, Papua. Dia sebelumnya menjabat sebagai polisi Belanda, namun pada akhirnya dia mendukung Indonesia setelah tahanan politik di Dugul.
Pergerakannya dimulai dengan bergabung bersama Komite Indonesia Merdeka (KIM) yang kemudian dikenal dengan sebutan Partai Indonesia Merdeka (PIM). Dia dan beberapa kepala suku di Papua menyampaikan orasinya terkait Belanda yang berencana memisahkan Irian Barat dari Indonesia.
Karena itu Marthen sempat tertangkap dan masuk penjara di Dugul selama tiga tahun. Dalam masa perjuangannya dia sempat menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara tahun 1963 sampai 1968.
Marthen Indey pada akhirnya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah RI pada tanggal 14 September 1993.
5. Silas Papare
Lahir di Serui pada 18 Desember 1918, dia merupakan pejuang Papua yang sempat ditangkap dan dipenjarakan di Jayapura karena mempengaruhi Batalyon Papua untuk memberontak terhadap Belanda.
Silas Papare dalam sejarahnya pernah mendirikan Badan Perjuangan Irian di Yogyakarta untuk membantu pemerintah Republik Indonesia memasukkan Irian Barat ke dalam wilayah NKRI pada tahun 1949.
Presiden Soekarno juga sempat memintanya menjadi salah satu seorang delegasi Indonesia dalam New York Agreement yang ditandatangani pada 15 Agustus 1962, yang mengakhiri konfrontasi Indonesia dengan Belanda dalam sengketa Irian Barat. Setelah penyatuan Irian Barat.
Bersamaan dengan Marthen Indey dan Frans Kaisiepo dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional Republik Indonesia pada tanggal 14 September 1993.
(bim)
Lihat Juga :