5 Pahlawan Kemerdekaan yang Berasal dari Papua, Salah Satunya Ada di Uang Rp10.000

Selasa, 06 September 2022 - 11:55 WIB
loading...
5 Pahlawan Kemerdekaan...
Sedikitnya ada lima pahlawan kemerdekaan yang berasal dari Papua. Foto Dok Ist
A A A
JAKARTA - Sedikitnya ada lima pahlawan kemerdekaan yang berasal dari Papua . Bahkan salah satunya terpampang jelas dalam lembaran uang kertas Rp10.000.

Pahlawan nasional merupakan sosok berjasa untuk tercapainya kemerdekaan Indonesia. Mereka berjuang di berbagai wilayah termasuk juga di tanah Papua.

Baca juga : Mengenang 4 Pahlawan Nasional dari Tanah Papua

Berikut lima pahlawan kemerdekaan yang berasal dari papua dilansir dari berbagai sumber :

1. Johannes Abraham Dimara

Johannes Abraham Dimara lahir pada 16 April 1916 di Korem, Biak Utara. Mayor TNI ini sempat ikut serta dalam memperjuangkan pengembalian wilayah Irian Barat ke tangan RI.

Berkat usahanya ini dia sempat diangkat menjadi ketua Organisasi Pembebasan Irian Barat (OPI). Johannes juga sempat tertangkap oleh Belanda yang kemudian dibebaskan pada tahun 1960.

Ketika operasi Trikora terbentuk dalam rangka pengembalian Irian Barat, Johannes sempat menjadi delegasi Indonesia bersama Menteri Luar Negeri.

Pahlawan asal Papua ini tutup usia pada 20 Oktober 2000. Berkat kontribusinya dia mendapat penghargaan dari pemerintah berupa Satya Lencana Perang Kemerdekaan Kesatuan dan Satyalancana Bhakti dan dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2011.

2. Frans Kaisiepo

Sosok ini mungkin sudah banyak orang yang mengenalnya karena terdapat dalam uang kertas pecahan Rp10.000 yang masih digunakan hingga saat ini.

Pahlawan kelahiran Wardok, Biak Papua pada 10 Oktober 1921 ini sempat terlibat dalam Konferensi Malino tahun 1946. Hal tersebut membahas tentang pembentukan Republik Indonesia Serikat (RIS) dan mengusulkan nama Irian yang berarti "panas" dalam bahasa Biak.

Frans juga sempat menggelar upacara kemerdekaan pada tanggal 31 Agustus 1945 setelah Proklamasi dicetuskan. Jabatan Gubernur Papua juga sempat dijabatnya pada tahun 1964-1973.

Mantan Gubernur Papua ini meninggal pada 10 April 1979 dan untuk mengenang jasanya nama Frans Kaisiepo diabadikan sebagai nama Bandara Udara di Biak. Frans Kaisiepo ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada tanggal 14 September 1993.

3. Machmud Singgirei Rumagesan

Pria kelahiran 27 Desember 1885 di Kokas, Fakfak, Papua Barat ini sempat ditunjuk sebagai kepala distrik kokas oleh kolonial Belanda. Namun dia justru menolak dan sempat menentang maskapai minyak Belanda agar tidak berlalu semena-mena dalam mempekerjakan penduduk pribumi.

Sikapnya yang berani membuatnya sering dimasukkan ke tahanan. Sepanjang kekuasaan Belanda di Indonesia Rumangesan telah banyak mencicipi penjara mulai dari di pelosok Papua hingga ke Makassar.

Machmud Singgirei Rumagesan kemudian mendirikan Organisasi Pembebasan Irian Barat di Makassar bernama Gerakan Tjenderawasi Revolusioner Irian Barat (GTRIB) pada 1953 untuk membantu pemerintah Indonesia merebut Irian Barat dari tangan Belanda.

Dia juga sempat diangkat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung sekaligus yang pertama di Papua. Bahkan Presiden Soekarno sempat menjulukinya Si Jago Tua dari Irian Barat karena vokalnya dia dalam melawan Belanda. Rumangsean pada akhirnya tutup usia pada 5 Juli 1964.

Baca juga : Teladani Sikap Pahlawan untuk Jadi Pahlawan Masa Depan

4. Marthen Indey

Putra Papua satu ini lahir pada 14 Maret 1912 di Doromena, Papua. Dia sebelumnya menjabat sebagai polisi Belanda, namun pada akhirnya dia mendukung Indonesia setelah tahanan politik di Dugul.

Pergerakannya dimulai dengan bergabung bersama Komite Indonesia Merdeka (KIM) yang kemudian dikenal dengan sebutan Partai Indonesia Merdeka (PIM). Dia dan beberapa kepala suku di Papua menyampaikan orasinya terkait Belanda yang berencana memisahkan Irian Barat dari Indonesia.

Karena itu Marthen sempat tertangkap dan masuk penjara di Dugul selama tiga tahun. Dalam masa perjuangannya dia sempat menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara tahun 1963 sampai 1968.

Marthen Indey pada akhirnya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah RI pada tanggal 14 September 1993.

5. Silas Papare

Lahir di Serui pada 18 Desember 1918, dia merupakan pejuang Papua yang sempat ditangkap dan dipenjarakan di Jayapura karena mempengaruhi Batalyon Papua untuk memberontak terhadap Belanda.

Silas Papare dalam sejarahnya pernah mendirikan Badan Perjuangan Irian di Yogyakarta untuk membantu pemerintah Republik Indonesia memasukkan Irian Barat ke dalam wilayah NKRI pada tahun 1949.

Presiden Soekarno juga sempat memintanya menjadi salah satu seorang delegasi Indonesia dalam New York Agreement yang ditandatangani pada 15 Agustus 1962, yang mengakhiri konfrontasi Indonesia dengan Belanda dalam sengketa Irian Barat. Setelah penyatuan Irian Barat.

Bersamaan dengan Marthen Indey dan Frans Kaisiepo dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional Republik Indonesia pada tanggal 14 September 1993.
(bim)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Berjasa Besar bagi Bahasa...
Berjasa Besar bagi Bahasa dan Budaya, Sutan Takdir Alisjahbana Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
Terungkap! 3 Modus Propaganda...
Terungkap! 3 Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
Tim Kolaborasi Film...
Tim Kolaborasi Film Pesta Babi Buka Suara setelah Mama Sinta Lapor Polisi
Yorrys Raweyai Soroti...
Yorrys Raweyai Soroti Eksploitasi Hutan di Tanah Papua dan Dorong Pembentukan Pansus
Pemerintah Perkuat Kopdes...
Pemerintah Perkuat Kopdes Merah Putih untuk Bangun Papua
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Rekomendasi
MUF Dorong Adopsi Kendaraan...
MUF Dorong Adopsi Kendaraan Listrik bagi Nasabah Bank Mandiri lewat EV Coffee & Drive
Redesign BUMN Via Danantara,...
Redesign BUMN Via Danantara, Langkah Strategis Optimalkan Perlindungan Direksi atas Keputusan Bisnis
Dilaporkan Balik Oleh...
Dilaporkan Balik Oleh Penyanyi Muda Syahravi, Begini Tanggapan Fariz RM
Berita Terkini
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Berjasa Besar bagi Bahasa...
Berjasa Besar bagi Bahasa dan Budaya, Sutan Takdir Alisjahbana Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Hakim: Kerugian Negara...
Hakim: Kerugian Negara Akibat Kasus Chromebook Nadiem Rp1,5 Triliun
Hari Anti Narkotika...
Hari Anti Narkotika Internasional, YAKITA Dorong Sinergi Penegakan Hukum, Rehabilitasi, dan Peran Keluarga
Jokowi Hadiri HUT Ke-80...
Jokowi Hadiri HUT Ke-80 Bhayangkara di Cikeas
Indonesia Tuan Rumah...
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan CPOPC, Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Global
Infografis
5 Pesepak Bola Dunia...
5 Pesepak Bola Dunia yang Tetap Puasa di Tengah Kompetisi Padat Ramadan 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved