Kemiskinan Perkotaan dan Risiko Banjir

Minggu, 04 September 2022 - 18:38 WIB
loading...
Kemiskinan Perkotaan dan Risiko Banjir
Aswin Rivai. FOTO/DOK KORAN SINDO
A A A
Aswin Rivai
Pengamat Ekonomi dan Lingkungan UPN Veteran Jakarta

Bagaimana banjir mempengaruhi kehidupan masyarakat, terutama penduduk miskin yang tinggal di daerah rawan banjir? Apa yang membuat mereka tertarik untuk menetap di daerah tersebut dan bagaimana mereka mengatasi dampak banjir?

Inilah pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk dijawab oleh Survei Rumah Kemiskinan dan Risiko Rumah Tangga Kemiskinan Bencana (DHPS) bagi pejabat kota yang mencari jawaban.

Instrumen survei mengevaluasi hubungan antara kemiskinan dan risiko banjir di kota-kota dan merupakan upaya kolaboratif yang melibatkan Global Facility of Disaster Reduction and Recovery (GFDRR), dan kelompok-kelompok praktik ketahanan perkotaan dan kemiskinan Bank Dunia.

Sejak dimulai pada 2017, DHPS telah diterapkan di Brasil (Porto Alegre), Ethiopia (Addis Ababa dan Dire Dawah), Ghana (Accra), Haiti (Cap-Haïtien), dan Tanzania (Dar es Salaam).

Data yang dihasilkan survei tersebut telah membantu untuk memahami lebih baik bagaimana banjir berdampak pada masyarakat, di luar nilai agregat kerusakan dan kerugian yang biasanya dipublikasikan di media setelah peristiwa banjir. Data tersebut juga dapat digunakan untuk melakukan penelitian yang relevan dengan kebijakan tentang adaptasi perubahan iklim, urbanisasi, kemiskinan perkotaan , dan banyak lagi.

Kumpulan data DHPS dari Accra, Addis Ababa dan Dire Dawah, Dar es Salaam dan Cap-Haïtien baru-baru ini diterbitkan di Perpustakaan Microdata Bank Dunia dan dapat diakses publik oleh pengguna berlisensi.

Ada tiga tiga temuan utama dari survei ini yaitu; Pertama, sementara orang kaya dan orang miskin sama-sama cenderung terpengaruh oleh kejadian banjir dengan intensitas tinggi. Orang miskin lebih mungkin terkena dampak dari kejadian banjir yang lebih kecil dan lebih sering.

Ketika ditanya tentang keterpaparan terhadap peristiwa banjir besar tertentu, rumah tangga yang lebih miskin dan lebih kaya memiliki kemungkinan yang sama untuk terkena dampak (seperti di Accra). Ketika ditanya tentang paparan banjir, seperti di Cap-Haïtien dan Dar es Salaam, orang miskin lebih mungkin terkena dampak.

Kedua, orang miskin tertarik ke daerah rawan banjir dengan perumahan murah dan aksesibilitas terhadap pekerjaan. Data menunjukkan bahwa rumah tangga yang mengalami risiko banjir lebih tinggi membayar sewa 14-56% lebih rendah di Accra dan Addis Ababa.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1365 seconds (10.177#12.26)