Kisah Kak Seto Jatuh Cinta pada Anak SMA
Minggu, 04 September 2022 - 08:11 WIB
loading...
A
A
A
"Karena nebeng orang, ya terpaksa harus nunggu," kata Deviana menjelaskan.
Kak Seto mendapatkan momentum untuk bisa menjadi orang terdekat Deviana dua hari setelah perjumpaan pertama. Deviana meneleponnya karena ingin mendaftarkan saudaranya menjadi anggota Nakula Sadewa, yayasan anak kembar yang dikelola Kak Seto.
Tak disia-siakan, Kak Seto lalu meminta Deviana untuk mengambil langsung formulir. Kebetulan hari itu merupakan hari ulang tahun Kak Seto.
"Kamu tahu hari ini kan hari ulang tahun saya. Kita makan bersama yuk," ajak pria yang dikenal dengan potongan rambut belah pinggir tersebut.
Deviana menyambut ajakan itu dengan hati berbunga-bunga. Apalagi orang tuanya juga memberikan izin dirinya keluar makan malam dengan Kak Seto. Bertempat di Hotel Mandarin, makan malam itu terasa romantis. Kak Seto yang telah jatuh cinta sejak perjumpaan pertama langsung menyatakan keinginan untuk berpacaran dengan Deviana.
"Saya bilang kita jalani aja dulu," kata Deviana yang berarti menyambut cinta Kak Seto.
Perbedaan usia yang cukup jauh tak menghalangi keduanya menjalin ikatan cinta. Deviana yang rajin menonton acara Taman Ria Anak-Anak di TVRI melihat Kak Seto sebagai sosok guru yang baik. Sebagai seorang gadis ia menyukai pria matang. Deviana yang yatim sejak SMP mendapatkan figur ayah dalam diri kekasihnya itu.
Gaya berpacaran Kak Seto dan Deviana berbeda dengan orang umumnya. Kak Seto sering mengajak Deviana ikut dalam kegiatan bersama anak-anak. Tak hanya di Jakarta, Deviana ikut hingga ke pelosok-pelosok. Selain untuk mengetahui kepribadian sang pujaan hati, kegiatan bersama anak-anak juga dijadikan sarana Kak Seto mengajari Deviana tentang gambaran hidup susah.
Selepas SMA, Deviana lalu diarahkan Kak Seto untuk kuliah di Universitas Tarumanegara. Tak hanya mengarahkan, Kak Seto juga membantu administrasinya. Bahkan, peraih The Golden Balloon Award dari World Children’s Day Foundation & Unicef (1989) ini mengupayakan Deviana masuk kuliah tanpa mengikuti kegiatan Masa Prabakti Mahasiswa (Mapram).
"Cinta itu simpati karena ketertarikan, ingin sharing, saling percaya, ingin saling berkorban, itulah makna cinta," ujar Kak Seto.
Satu tahun pacaran sudah cukup bagi Kak Seto untuk melangkah ke jenjang selanjutnya. Ia pun mengajak Deviana menikah. Tanpa ragu, Deviana bersedia membangun rumah tangga dengan Kak Seto. Kematangan kekasihnya telah membuat Deviana tak bisa pindah ke lain hati.
"Allah Maha Baik. Dia mengabulkan harapan-harapan saya," kata Deviana.
Kak Seto mendapatkan momentum untuk bisa menjadi orang terdekat Deviana dua hari setelah perjumpaan pertama. Deviana meneleponnya karena ingin mendaftarkan saudaranya menjadi anggota Nakula Sadewa, yayasan anak kembar yang dikelola Kak Seto.
Tak disia-siakan, Kak Seto lalu meminta Deviana untuk mengambil langsung formulir. Kebetulan hari itu merupakan hari ulang tahun Kak Seto.
"Kamu tahu hari ini kan hari ulang tahun saya. Kita makan bersama yuk," ajak pria yang dikenal dengan potongan rambut belah pinggir tersebut.
Deviana menyambut ajakan itu dengan hati berbunga-bunga. Apalagi orang tuanya juga memberikan izin dirinya keluar makan malam dengan Kak Seto. Bertempat di Hotel Mandarin, makan malam itu terasa romantis. Kak Seto yang telah jatuh cinta sejak perjumpaan pertama langsung menyatakan keinginan untuk berpacaran dengan Deviana.
"Saya bilang kita jalani aja dulu," kata Deviana yang berarti menyambut cinta Kak Seto.
Perbedaan usia yang cukup jauh tak menghalangi keduanya menjalin ikatan cinta. Deviana yang rajin menonton acara Taman Ria Anak-Anak di TVRI melihat Kak Seto sebagai sosok guru yang baik. Sebagai seorang gadis ia menyukai pria matang. Deviana yang yatim sejak SMP mendapatkan figur ayah dalam diri kekasihnya itu.
Gaya berpacaran Kak Seto dan Deviana berbeda dengan orang umumnya. Kak Seto sering mengajak Deviana ikut dalam kegiatan bersama anak-anak. Tak hanya di Jakarta, Deviana ikut hingga ke pelosok-pelosok. Selain untuk mengetahui kepribadian sang pujaan hati, kegiatan bersama anak-anak juga dijadikan sarana Kak Seto mengajari Deviana tentang gambaran hidup susah.
Selepas SMA, Deviana lalu diarahkan Kak Seto untuk kuliah di Universitas Tarumanegara. Tak hanya mengarahkan, Kak Seto juga membantu administrasinya. Bahkan, peraih The Golden Balloon Award dari World Children’s Day Foundation & Unicef (1989) ini mengupayakan Deviana masuk kuliah tanpa mengikuti kegiatan Masa Prabakti Mahasiswa (Mapram).
"Cinta itu simpati karena ketertarikan, ingin sharing, saling percaya, ingin saling berkorban, itulah makna cinta," ujar Kak Seto.
Satu tahun pacaran sudah cukup bagi Kak Seto untuk melangkah ke jenjang selanjutnya. Ia pun mengajak Deviana menikah. Tanpa ragu, Deviana bersedia membangun rumah tangga dengan Kak Seto. Kematangan kekasihnya telah membuat Deviana tak bisa pindah ke lain hati.
"Allah Maha Baik. Dia mengabulkan harapan-harapan saya," kata Deviana.
Lihat Juga :