Apakah Harga BBM Naik Berakibat Inflasi?
Jum'at, 02 September 2022 - 06:05 WIB
loading...
A
A
A
Sebab kalau tidak seperti petani, wlau sampai air liurnya menetes menghargai inflasi harga gabah, itu hanya sebatas mimpi. Bayangkan dalam 10 tahun terakhir harga gabah ditingkat petani di Sumbawa tak pernah bergerak dari Rp3.000 per kilogram. Paling paling naik sedikit jadi Rp3.200 per kg.
Lalu nanti saat panen balik lagi ke Rp3.000 per kilogram atau bahkan lebih rendah dari itu. Petani seluruh Indonesia berharap sampai sekarang kalau bisa harga gabah itu Rp6.000 per kilogram, barulah bisa menutup ongkos produksi. Jadi inflasi hantu atau malaikat penyelamat?
Harga BBM Bagaimana?
Selama masa Pemerintahan Jokowi harga BBM belum menjadi penyumbang terbesar inflasi. Karena memang selama pemerintahan ini inflasi relatif kecil. Bagaimana tidak kecil inflasinya, ekonomi cuma berputar putar di atas, di lingkaran oligarki dalam mega proyek mereka.
Inflasi yang rendah karena ekonomi lemot menjadi makin lemot karena tidak ada faktor yang signifikan yang bisa menimbulkan inflasi. Faktor moneter seperti suku bunga yang tinggi, justru membuat ekonomi makin tidak bergerak. Konsumsi stagnan akibat daya beli yang memang tidak berubah. Di Indonesia kita hidup pas pasan dan cukup dengan pas pasan itu.
Lalu apakah kenaikan harga BBM bisa mengakibatkan inflasi. Bisa saja karena nilai pembelian BBM memang cukup besar sekitar Rp700 triliun sampai dengan Rp800 triliunan. Hampir sama dengan nilai penjualan rokok, atau 2 kali nilai penjualan listrik, atau 3 kali nilai penjualan pulsa.
Lalu nanti saat panen balik lagi ke Rp3.000 per kilogram atau bahkan lebih rendah dari itu. Petani seluruh Indonesia berharap sampai sekarang kalau bisa harga gabah itu Rp6.000 per kilogram, barulah bisa menutup ongkos produksi. Jadi inflasi hantu atau malaikat penyelamat?
Harga BBM Bagaimana?
Selama masa Pemerintahan Jokowi harga BBM belum menjadi penyumbang terbesar inflasi. Karena memang selama pemerintahan ini inflasi relatif kecil. Bagaimana tidak kecil inflasinya, ekonomi cuma berputar putar di atas, di lingkaran oligarki dalam mega proyek mereka.
Inflasi yang rendah karena ekonomi lemot menjadi makin lemot karena tidak ada faktor yang signifikan yang bisa menimbulkan inflasi. Faktor moneter seperti suku bunga yang tinggi, justru membuat ekonomi makin tidak bergerak. Konsumsi stagnan akibat daya beli yang memang tidak berubah. Di Indonesia kita hidup pas pasan dan cukup dengan pas pasan itu.
Lalu apakah kenaikan harga BBM bisa mengakibatkan inflasi. Bisa saja karena nilai pembelian BBM memang cukup besar sekitar Rp700 triliun sampai dengan Rp800 triliunan. Hampir sama dengan nilai penjualan rokok, atau 2 kali nilai penjualan listrik, atau 3 kali nilai penjualan pulsa.
Lihat Juga :