Radikalisme Jadi Isu Global, Wapres: Umat Islam Harus Berpikir Moderat
Rabu, 31 Agustus 2022 - 14:23 WIB
loading...
Wakil Presiden (Wapres), Ma’ruf Amin meminta agar umat Islam harus berpikir moderat sehingga tidak menjadi kelompok yang radikal. Foto/MPI
A
A
A
BEKASI - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menegaskan paham radikalisme saat ini telah menjadi isu global. Oleh karena itu, Wapres meminta agar umat Islam harus berpikir moderat sehingga tidak menjadi kelompok yang radikal.
“Supaya umat Islam berpikir moderat, jadi jangan umat Islam terlampaui artinya tidak moderat, dia kurang peduli terhadap agamanya. Tapi jangan juga berlebihan, sehingga kita menjadi kelompok yang radikal, yang ekstrem,” ujar Wapres di tengah ceramah umum seminar kebangsaan dalam rangka Milad ke-37 Yayasan Wakaf Al-Muhajirien Jakapermai, Bekasi, Rabu (31/8/2022). Baca juga: Upaya BNPT Bentengi Para Guru Sekolah dari Radikalisme Diapresiasi
“Jadi kita yang tengah, yang wasathan, itu kita diajarkan supaya menjadi umat yang moderat, moderat itu yang toleran, menghargai perbedaan, tidak memaksakan kehendaknya,” imbuhnya.
Apalagi, kata Wapres, Indonesia dianggap sebagai negara dan bangsa yang paling toleran. “Dakwah kita yang mengajak dengan cara yang benar, ini sebab apa? Isu radikalisme menjadi isu global, dan kita ternyata Indonesia dianggap negara dan bangsa yang paling toleran.”
“Beberapa lama ini, ulama dari perkumpulan orang-orang pintar seluruh dunia, yang berpusat di Emirat Abu Dhabi, diketuai oleh Rektor Al Azhar, tempat kumpulannya orang-orang pintar di dunia menyatu di sana, datang ke Indonesia menemui saya,” cerita Wapres.
“Supaya umat Islam berpikir moderat, jadi jangan umat Islam terlampaui artinya tidak moderat, dia kurang peduli terhadap agamanya. Tapi jangan juga berlebihan, sehingga kita menjadi kelompok yang radikal, yang ekstrem,” ujar Wapres di tengah ceramah umum seminar kebangsaan dalam rangka Milad ke-37 Yayasan Wakaf Al-Muhajirien Jakapermai, Bekasi, Rabu (31/8/2022). Baca juga: Upaya BNPT Bentengi Para Guru Sekolah dari Radikalisme Diapresiasi
“Jadi kita yang tengah, yang wasathan, itu kita diajarkan supaya menjadi umat yang moderat, moderat itu yang toleran, menghargai perbedaan, tidak memaksakan kehendaknya,” imbuhnya.
Apalagi, kata Wapres, Indonesia dianggap sebagai negara dan bangsa yang paling toleran. “Dakwah kita yang mengajak dengan cara yang benar, ini sebab apa? Isu radikalisme menjadi isu global, dan kita ternyata Indonesia dianggap negara dan bangsa yang paling toleran.”
“Beberapa lama ini, ulama dari perkumpulan orang-orang pintar seluruh dunia, yang berpusat di Emirat Abu Dhabi, diketuai oleh Rektor Al Azhar, tempat kumpulannya orang-orang pintar di dunia menyatu di sana, datang ke Indonesia menemui saya,” cerita Wapres.
Lihat Juga :