Wapres: Perlu Gerakan Masif Tangani Terorisme dan Radikalisme di Indonesia
Rabu, 24 Agustus 2022 - 13:25 WIB
loading...
Wakil Presiden Maruf Amin mendorong adanya gerakan masif dan terkoordinasi antarlembaga untuk menangani terorisme dan radikalisme di Indonesia. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden ( Wapres) Ma'ruf Amin mendorong adanya gerakan masif dan terkoordinasi antarlembaga untuk menangani terorisme dan radikalisme di Indonesia. Dengan begitu, hasilnya akan efektif dan tidak menghamburkan anggaran negara.
"Perlu adanya gerakan yang dimasifkan dan lebih terkoordinasi antarlembaga yang menangani," kata Wapres saat menerima Pimpinan Pusat Studi Terorisme dan Radikalisme, Center for Terrorism and Radicalism Studies (CTRS) di Kediaman Resmi Wapres, Jalan Diponegoro No 2 Jakarta, dikutip, Rabu (24/8/2022).
Wapres menekankan, keberagaman semestinya menjadi kekuatan bangsa, tapi di balik keberagaman terdapat potensi menjadi celah bagi oknum yang ingin memecah keutuhan bangsa melalui upaya aksi teror dan gerakan radikal.
Untuk itu, keberadaan lembaga pengkajian yang khusus meneliti dan menganalisa aksi terorisme dan radikalisme menjadi sangat penting sebagai upaya menangkal dan menerapkan sikap antisipatif terhadap keberadaannya. "Menurut saya, lembaga pengkajian itu penting. Mesti ada kolaborasi untuk bekerja sama," kata Wapres.
"Perlu adanya gerakan yang dimasifkan dan lebih terkoordinasi antarlembaga yang menangani," kata Wapres saat menerima Pimpinan Pusat Studi Terorisme dan Radikalisme, Center for Terrorism and Radicalism Studies (CTRS) di Kediaman Resmi Wapres, Jalan Diponegoro No 2 Jakarta, dikutip, Rabu (24/8/2022).
Wapres menekankan, keberagaman semestinya menjadi kekuatan bangsa, tapi di balik keberagaman terdapat potensi menjadi celah bagi oknum yang ingin memecah keutuhan bangsa melalui upaya aksi teror dan gerakan radikal.
Untuk itu, keberadaan lembaga pengkajian yang khusus meneliti dan menganalisa aksi terorisme dan radikalisme menjadi sangat penting sebagai upaya menangkal dan menerapkan sikap antisipatif terhadap keberadaannya. "Menurut saya, lembaga pengkajian itu penting. Mesti ada kolaborasi untuk bekerja sama," kata Wapres.
Lihat Juga :